
Mukomuko, medianasional.id – Sebanyak lebih kurang 300 orang, yang tergabung dalam organisasi Kaum Buruh (KB) sekabupaten Mukomuko, menggelar Aksi Damai (AD). Dalam rangka Hari Buruh Internasional (HBI) “May Day” Selasa (01/05). Serta memadati halaman Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten (Sekdakab) setempat, yang berada di kelurahan bandara Ratu, kecamatan Kota Mukomuko. Dalam penyampaian orasi berkenan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK), para buruh disambut langsung oleh bupati Mukomuko, Choirul Huda.
Sebagai orator, dalam orasinya Ruslan Efendi menuntut supaya Pemkab menerapkan UMK, yang seharus segera ditentukan. Dimana selama ini pihaknya, sebagaai KB kewalahan dalam menafkahi keluarganya. Dan dengan lantantang Ruslan berteriak, “Kaum Buruh juga manusia, yang membutukan penghidupan yang layak. Dan kami juga berdedikasi kebangsaan yang punya wibawa. Serta juga bisa menjajaga keamanan dan ketertiban,” teriaknya.
Lanjut Ruslan, seyogianya UMK di kabupaten ini, mesti telah ditetapkan. Karena dirinya bagian dari para KB meyakini, Mukomuko adalah merupakan daerah terbayak nomor dua sepovinsi Bengkulu, terkait keberadaan perkebunan swata dan terbanyak terdapat parik CPO. Karena selama ini katanya, pihaknya sebagai pekerja penerima upahan sebagai pekerja buruh perkebunan ataupun karyawan pabrik Crude Palm Oil (CPO), hanya menerima upah Rp 1,7 juta, per bulan. Yang dinyatakan dan diyakininya, hanya cukup memenuhi kehidupan untuk dua minggu saja. “Sedangkan kami mempunyai anak/istri serta keluarga. Tentunya tidak mencukupi (bapak bupati). Dan kami menginginkan agar UMK segera ditentukan di daerah ini.” teriaknya lagi,

Mendengar keluhan para KB, Choirul Huda yang semula berada serta duduk diserambi teras kantornya, berupaya turun ke tengah-tengah kerumunan massa buruh tersebut. Turut serta pula Waka Polda Bengkulu, yang sengaja datang untuk merayakan “May Day” di Kampuang Sakti Ratau batuah, dan Edi Kasman (Kepala Dinas Perizinan Penanaman Modal dan Tenaga Kerja). Dalam membaaur dengan para KB ditengah terik mentari, sekitar pukul 11:41 wib (Jelang Siang). Yang pada saat dilanjukan oleh para buruh itu, langsung menyanyikan (Mars Buruh) seusai orasi.
Bedasarkan ungkapan Choirul Huda dalam sambutannya, sebagai orang nomor satu di Mukomuko itu, tentunya dia menyambut baik upaya yang dilakukan para KB tersebut. Demi menuntuk hak-nya terkait UMK yang belum terealisasi itu. Menariknya, bupati dalam sambutannya, naik keatas mobil pick up yang digunakan KB, untuk memabawa alat pengeras suara, dalam penyampaian orasi-nya. Didalam kesempatan itu juga, Choirul Huda menyampaikan sepatah dua patah kata.
Dia mengatakan dan meminta kepada segenap para buruh, untuk terus bersatu serta menanamkan solidaritas kekompakan, untuk berjuang. Dan dijanjikan oleh bupati, pada tahun 2019 nanti UMK di Mukomuko akan segera ditentukan. Untuk itu dia berpesan, agar KB selalu menjaga ketertiban dan keamanan, serta menjadi sebagai buruh yang berwibawa.
“Saya sependapat dengan apa-apa yang saudara-sadara sampaikan. Maka dari itu marilah kita menjaga keamanan dan ketertiban dangan cara besama-sama. Saya ucapkan terima kasih kepada kaum buruh, yang telah menyampaikan maksud serta tujuannya, dengan cara yang bijak, damai serta penuh rasa kekerabatan. Oleh karena itu, marilah kita jadikan hari buruh ini sebagai semangat kita, untuk bersatu dalam kebersamaan. Dalam upaya membangun kabupaten Mukomuko. Insya Allah, pada tahun 2019 nanti, apa yang menjadi tuntutan saudara-saudara, mudah-mudahan akan terealisasi sesegera mungkin.” demikian Choirul Huda, meyakinkan para buruh.(Aris/Toha)





