Salah Satu Pendemo Menangis Histeris, Diduga Lahan Miliknya Diserobot PT. Priamanaya Energy

Lahat481 Dilihat

Lahat, medianasional.id – Puluhan pemilik lahan diataran Sungai Kili dan Sedung Desa Keban, Kecamatan Kota Lahat, menggelar aksi demo di halaman Pemkab Lahat. Selasa (28/3).

Aksi ini terkait belum adanya penyelesaian dari PT. Priamanaya Energy terhadap pemilik lahan yang beberapa kali sudah dilakukan pertemuan di Polsek Kota, bahkan di DPRD dan hari ini meraka menuntut kepada Pemkab Lahat agar mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Priamanaya Energy milik mantan menteri Jan Farid.

Pendomo dalam orasinya yang disampaikan oleh Nata Hiri selaku Kordinator mengatakan, “salah satu pemilik lahan warga Desa Muara Temiang menangis histeris lahan miliknya sudah dirusak dan diserobot oleh PT. Priamanaya Energy, dan hingga kini belum dibayar, alias diganti rugi,” ujarnya.

Pemilik lahan ditemui langsung Bupati Lahat yang diwakili Wakil Bupati H. Haryanto. SE, MM, serta hadir juga Camat Kota Lahat Gemris Palo, kasat intel AKP Mulyono, Kapolsek Kota AKP Sam Suardi, kadis Perkim Limra, ST.

Salah satu perwakilan pemilik lahan Ganda Yusran Warga Desa Muara Temiang menuturkan kepada Wabup Lahat bahwa sudah beberapa kali diadakan pertemuan baik dari perwakilan PT. Priamanaya, DPRD, belum juga ada titik temu.

“Dan kami minta untuk memanggil pihak management PT. Priamanaya Energy untuk dihadirkan dalam persoalan ini dan bisa diselesaikan,” tambah Asrul.

Hal senada juga dikeluhkan Rodiah mantan anggota DPRD Lahat periode 1998 – 2023, selaku pemilik lahan. “Sejak tahun 1953 itu tanah Keban, dan kami ingin pimpinan Priamanaya Energy (Jan Farid.red) hadir dan menyelesaikan permasalahan ini,” katanya.

Camat Kota Lahat Gemris Palo mengatakan, “lahan yang diklaim warga ini masalah tapal batas, antara Keban, senabing dan tanjung Telang, agar di GPS dan diinventaris dulu, sebab ada indikasi tumpang tindih wilayah,” terang Camat, di hadapan Wabup Lahat Haryanto, di ruang cahaya 2 Pemkab Lahat.

Kapolres Lahat melalui Kasat Intel AKP Mulyono menjelaskan, untuk menyelesaikan permasalahan ini harus bersabar dan harapannya akan ada hasil cukup baik, masih dalam proses.

Bupati Lahat melalui Wabup Haryanto mengatakan, “dalam waktu dekat kita akan memanggil pimpinan PT. Priamanaya Energy untuk duduk bersama dengan pemilik lahan, termasuk Kades Keban, Senabing dan Tanjung Telang, serta Camat Merapi Barat,” ucapnya.

Dari pantauan wartawan, aksi demo ini dijaga Sat Pol PP dan personil Polres Lahat.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses