
Kendal, medianasional.id Sebuah rumah kecil yang berdiri diatas tanah BERM (tanah tanggul sungai) yang dihuni “duda tua” bernama Suroto di wilayah Dusun Mbalon RT O3/ Rw O1 Desa kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu di duga digunakan untuk tempat maksiat dan mesum.
Menurut beberapa warga tetangga terdekat, tempat tersebut sering di gunakan sebagai tempat maksiat, mabuk- mabukan dan sering terlihat perempuan dan laki – laki paruh baya kadang ada 2 sampe 3 perempuan dan 4 sampai 5 laki-laki pada tengah malam yang mereka semua tak di kenal oleh warga sekitar namun mereka terlihat akrab bercanda dengan penghuni rumah tersebut.
Salah satu warga setempat Bagus mengatakan, “beberapa hari yang lalu saya melihat seorang warga dari tetangga desa sini membawa seorang perempuan dan di bawa masuk ke dalam rumah tersebut” jelasnya.
Masih menurut kesaksian tetangga terdekat Slamet, Bahwa duda Suroto tersebut memang sampai tua begitu sering kawin dan cerai berkali-kali, doyan perempuan meski udah lansia , istri terahirnya warga desa Bonadem-Brangsong, tetapi bertengkar hingga cerai, ada benarnya bila rumahnya sering buat tempat maksiat begituan.
Saat di konfirmasi, pemilik rumah mbah Suroto membenarkan kejadian tersebut “ya memang kalau malam hari apalagi malam minggu, depan rumah saya sering buat nongkrong orang – orang ya mungkin mereka mabuk – mabukan, karena bila pagi tiba banyak botol bekas minuman berserakan dan itu saya ambili, dan bila hujan mereka akan pindah ke rumah saya ini” tuturnya

Namun ketika Suroto di tanya bahwa bila malam tiba, sering terlihat beberapa wanita yang ada di rumahnya ia menolak untuk mengakui hal tersebut.
Terkait hal tersebut Kades Kumpulrejo Agus Mumpuni ketika dikonfirmasi di kantor rumahnya, sabtu 20/10/18, menyampaikan ” memang Benar beberapa warga sering melapor ke kami, sehingga kami merespon hal tersebut yang seharusnya warga melapor dahulu ke wilayah Hukum pengurus Rt 03/01 setempat terlebih dahulu.
Lebih lanjut ia menerangkan, “Sebenarnya saya itu nunggu respon pengurus Rt setempat, meski begitu kami tetep merespon, memerintahkan kepada para tokoh pemuda karangtaruna untuk menegur pemilik rumah supaya tidak mendiamkan para pendatang asing agar tidak meresahkan kamtibmas warga lainya, terangnya.
Lebih lanjut “memang saya juga pernah menjumpai pada malam hari sekitar pukul 22.00 wib. beberapa orang bergerombol di rumah Mbah Suroto tersebut dan langsung kita minta untuk bubar karena waktu itu sedang bulan puasa menjelang lebaran, bila memang akhir- akhir ini masih berlanjut ada gangguan kamtibmas tersebut maka saya akan ambil tindakan lagi guna mencegah gejala penyakit masyarakat, namun sebelum ini kami lakukan, saya mau dengar dulu respon prefentif dari pengurus Rt setempat, jelasnya.
Sementara itu di tempat terpisah ketua Rt 03 /Rw 01, Rozikan ketika di konfirmasi oleh media ini di rumahnya mengatakan “kalau dulu iya, saya waktu itu juga pernah telpon ke polsek Kaliwungu agar mengecek tempat tersebut, karena itu juga wilayah perbatasan denga RT lain dan jauh dari rumah saya,ya coba nanti beberapa hari ke depan saya tak survei ke sana, terangnya.
Kontributor : Saerozim
Editor : Puji_Leksono






