Ratusan Warga Ponowareng Arak Ketupat Raksasa Keliling Desa

Batang849 Dilihat

Batang,medianasional.id
Tradisi Syawalan menjadi rutinitas tahunan setiap warga masyarakat, yang menjadi akar budaya, sehingga keberadaannya makin merekatkan semua lapisan masyarakat.

Hal tersebut nampak nyata ratusan warga Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang yang mengikuti tradisi Syawalan mengiringi Ketupat Raksasa yang dibawa atau diarak keliling kampung yang dilepas oleh Camat Tulis, Joko Prasetiyo.,S.KM.,M.Kes., didampingi Sekretaris Kecamatan (Sekcam) dan Kepala Desa (Kades) Ponowareng , Widodo ,Senin (9 Mei 2022).

Camat Tulis Joko Prasetyo mengatakan, “kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus dipertahankan karena nguri-uri budaya adat istiadat.

“Syukur Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana kembali setelah dua tahun terhenti karena adanya pandemi Covid-19. Ini merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat pesisir pantura yang banyak dilaksanakan di berbagai tempat salah satunya Grebeg Syawalan yang digelar di desa Ponowareng.

Atas nama pemerintah kabupaten Batang, Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga tradisi nguri-uri budaya ini bisa terjaga oleh generasi penerus,”ucap camat tulis.

Nampak warga sangat antusias mengikuti tradisi tahunan yang diadakan tujuh hari setelah lebaran , dan kebanyakan dirayakan oleh warga desa ponowareng untuk bersilahturahmi sesama keluarga dan masyarakat.

Ketupat raksasa ukuran 1 meter x1 meter ini diarak oleh warga keliling Desa Ponowareng.Grebek Syawal yang diinisiasi oleh tokoh masyarakat dan Pengurus Musholla Nurul Huda RT 05 RW 01 Desa Ponowareng dengan mendapatkan dukungan penuh masyarakat.

Mereka beramai-ramai menyumbangkan tenaga, pikiran dan materi untuk membuat Ketupat Raksasa dengan ukuran 1 meter x 1 meter.

“Alhamdulillah Grebeg Syawal tahun ini bisa digelar kembali setelah dua tahun tertunda karena pandemi Covid-19.Untuk membuat Ketupat Raksasa dengan ukuran 1 meter x 1 meter, membutuhkan waktu satu hari satu malam.

Warga dengan sukarela menyumbangkan tenaga, pikiran dan materi untuk menyiapkan berbagai macam kebutuhan halal bihalal Musholla Nurul Huda Desa Ponowareng, yang dikemas dalam gelar acara Grebek Syawal,” jelas Ketua Panitia Grebek Syawal Desa Ponowareng, Sudarto.

Sudarto menjelaskan, selain menyediakan ketupat raksasa, panitia juga menyediakan kupat dan lontong ukuran normal sebanyak 1.300 biji, dan hasil bumi atau Polowijo yang ditanam oleh masyarakat Desa Ponowareng.

“Tidak hanya ketupat dan lontong raksasa yang diarak keliling kampung, tapi juga ada gunungan polowijo atau berbagai macam hasil bumi, dan gunungan ketupat dan lontong ukuran kecil,” ungkap Bapak yang akrab disapa Pak Darto.

Ditambahkan, biaya kegiatan Grebek Syawal merupakan hasil sumbangan warga masyarakat yang peduli dengan kegiatan ini. Tradisi ini setiap tahun dilakukan oleh Jamaah Musholla Nurul Huda Desa Ponowareng,karena kegiatan halal bi halal lebaran ini dikemas dalam bentuk Grebek Syawal.

Sudarto berharap, ” Kegiatan Grebek Syawal ini akan terus berlanjut ditahun tahun yang akan datang. bahkan harus lebih meriah, menarik perhatian, dan menajdi salah satu wisata tradisional syawalan bagi masyarakat diluar Desa Ponowareng,”harapnya.

“Apalagi Desa Ponowareng merupakan salah satu desa penopang PLTU Batang 2 x 1.000 MW, sehingga masyarakat yang menyaksikan Grebek Syawal, juga bisa sekaligus melihat PLTU terbesar se Asia Tenggara,dan kami berharap warga kabupaten batang khususnya bisa menyaksikan dan mengetahui jika di desa Ponowareng juga ada tradisi syawalan yang tidak kalah dengan wilayah lain,” imbuh Sudarto yang juga selaku ketua BPD Desa Ponowareng.

Sementara itu Kepala Desa Ponowareng Widodo mengatakan bahwa, kegiatan tradisi grebeg Syawal ini untuk menjaga kearifan lokal budaya desa Ponowareng dan nguri-uri adat istiadat desa setempat.

” Acara grebeg Syawal ini disamping untuk menggelar halal bihalal warga masyarakat juga untuk menjaga kearifan lokal budaya desa Ponowareng, serta untuk nguri-uri adat istiadat desa ini.

Kegiatan ini insyaallah akan selalu terlaksana setiap tahunnya dan kami mengajak kepada siapapun warga untuk bisa menyaksikan grebeg Syawal ini di desa Ponowareng ,”ucap Kades.

Sebagai informasi , acara ini juga dimeriahkan oleh group marching band Lintang Limo dari Desa Selopajang Timur Kecamatan Blado Batang.
Reporter : (Sukirno)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses