Ratusan Guru di Subang Melaksanakan Diklat Lokakarya Guru Penggerak

Subang360 Dilihat

Subang, medianasional.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK) dan TKPLB melaksanakan kegiatan Diklat Lokakarya untuk Guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK yang diselenggarakan di SMPN 1 Subang pada Sabtu (03/12/2022).

Menurut Kepala Disdikbud Kabupaten Subang, Tatang Supriatna bahwa kegiatan lokakarya ini dilaksanakan oleh sebanyak 157 orang guru honorer maupun dari ASN telah menyelesaikan tiga gelombang diklat calon guru penggerak dari gelombang 1 sampai gelombang 3 yang dilaksanakan oleh P4TK TKPLB.

“Waktu itu Kementerian Pendidikan dan Teknologi Ristek dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Kabupaten Subang memperoleh penghargaan sebagai penyelenggara tersukses di gelombang 1-3.dan berpengaruh yang berubah nama menjadi Balai Besar Guru penggerak (BBGK),” kata Tatang.

Tatang menambahkan bahwa saat ini sudah memasuki gelombang ke-6 dan gelombang ke-7 calon guru penggerak pada hari ini akan masuk ke lokakarya 2 untuk gelombang keenam dengan jumlah peserta sebanyak 157 guru mereka adalah gabungan dari guru TK guru SD SMP SMA SMK yang ada di Kabupaten Subang,yang masuk di dalam calon guru penggerak.

“Mereka orang-orang hebat yang sekarang memasuki lokakarya 2 dan di setiap bulan melaksanakan pembukaan lokakarya kegiatannya setiap hari mereka sampai sekarang sedang berjalan juga gelombang ke 7 mudah-mudahan lahirnya guru-guru penggerak di Kabupaten Subang akan meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Kabupaten Subang,” imbuhnya.

Dijelaskan Tatang bahwa untuk menjadi guru penggerak itu harus melalui seleksi yang cikup rumit bila tidak mengikuti seleksi tersebut akan tertinggal oleh guru yang lain yang sudah mengikuti gelombang ke 1 hingga gelombang ke 5.

“Harapan saya guru penggerak ini lahir mampu menggerakkan merubah mindset dari teman-teman guru di sekolahnya paling tidak sehingga sekolah itu akan menjadi sekolah yang membahagiakan sekolah yang berorientasi terhadap pendidikan anak karena itu menjadi salah satu kejaran tujuan bagaimana Merdeka belajar itu dapat dirasakan oleh putra-putri peserta didik termasuk oleh guru-guru,” harapnya.

Dengan dibekali informasi-informasi yang sangat mendasar tegas Tatang bahwa terhadap tentang Filosofi pendidikan yang sesungguhnya sangat baik sangat bijaksana di Indonesia selama ini kalau ada guru yang memaksakan kehendak terhadap apa yang dimilikinya maka melalui pendidikan guru penggerak atau program guru geografi guru mengharapkan mampu menganalisis mengidentifikasi karakteristik kebutuhan anak sehingga potensi dasar yang ada di anak itu dapat dikembangkan melalui perubahan-perubahan perilaku yang sesungguhnya.

“Pendidikan yang dibutuhkan itulah filosofi pendidikan guru penggerak yang diterapkan untuk mendorong kurikulum merdeka juga ini salah satu implementasi keluarga mereka dilatih menjadi penggerak pelatihan itu kalau gelombang 1 sampai 3 itu 9 bulan nah ini 6 bulan ada pemadatan materi sehingga waktunya lebih simpel lebih sedikit ada pengurangan 3 bulan tetapi materinya tetap seperti yang sebelumnya,” pungkas Tatang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses