Putus Rantai Kemiskinan, Batang Siap Bangun ‘Sekolah Rakyat’ Mulai Oktober Ini

Batang561 Dilihat

BATANG, medianasional.Id.
Langkah nyata untuk memutus mata rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan segera dimulai di Kabupaten Batang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menyatakan kesiapan penuh untuk membangun Sekolah Rakyat, sebuah program strategis nasional yang dirancang khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Proyek fisik sekolah ini ditargetkan mulai dibangun pada Oktober mendatang. Dalam program ini, Pemkab Batang bertugas menyediakan lahan. Sementara itu, seluruh anggaran pembangunan dan penyediaan guru akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Penjabat (Pj) Sekda Batang, Sri Purwaningsih, mengungkapkan rasa syukurnya karena Batang terpilih menjadi salah satu lokasi dari sedikit daerah di Jawa Tengah. Hal ini terjadi karena kesiapan tata ruang wilayah Batang yang dinilai sangat mendukung.

“Perjuangannya luar biasa. Alhamdulillah, karena tata ruang di Batang memungkinkan dan siap, kita bisa menyediakan lahan tersebut,” ujar Sri Purwaningsih saat ditemui di Aula Bupati Batang, Rabu (16/9/2026). Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap perencanaan dan pengelompokan anggaran.

Gunakan Aplikasi Setara dan Targetkan Kelompok Desil 1-2

Pihak pemerintah tidak main-main dalam menyaring calon siswa. Proses pendaftaran akan memanfaatkan aplikasi “Setara” milik Kementerian Sosial. Target utamanya adalah anak-anak yang masuk dalam kelompok desil 1 dan 2 (tingkat kesejahteraan paling rendah).

Agar tepat sasaran, tim gabungan dari Pemkab Batang, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga camat dan lurah akan langsung turun ke lapangan. Mereka akan melakukan pendataan sekaligus memberikan pemahaman kepada orang tua siswa secara humanis tanpa ada paksaan.

Pada tahap awal, Sekolah Rakyat ini akan menampung 90 anak untuk setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

Seluruh proses, mulai dari pembangunan gedung hingga pendataan siswa, ditargetkan selesai pada pertengahan Juni tahun depan. Setelah itu, sekolah akan langsung menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.

Selain membahas Sekolah Rakyat, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan santunan kematian secara simbolis serta bantuan iuran Jamsostek bagi para pekerja rentan di Kabupaten Batang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses