Brebes, medianasional.id | Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Tonjong datangi Dinas Kesehatan (Dinkes) Brebes desak Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Brebes untuk mengganti Kepala Puskesmas (Kapus) Tonjong Sri Mulyani yang dianggap kurang transparan. Kamis, 27/10/2022.
Perwakilan nakes Puskesmas Tonjong, dr Rangga Bagus Irawan mengatakan, bahwa kedatangan nakes menemui Kadinkes sebagai bentuk mosi tidak percaya pada atasannya, sehingga menuntut untuk diganti, “ungkapnya
Ia menuturkan, Kapus tidak transparan terkait insentif petugas tracing Covid dan vaksin yang diterima tanpa ada rincian yang jelas, contoh insentif yang diterima hanya sekitar Rp. 5 juta, padahal di puskesmas lainnya bisa mencapai Rp. 10 – 12 juta, kenapa kami lebih sedikit, harusnya ada transparansi terkait keuangan,”tuturnya.
Selain itu Kapus juga sering menunjukan sikap arogan terhadap para bawahannya, bahkan, dalam sebuah forum, yang bersangkutan menyampaikan ancaman dalam arti menekan personel honorer yang kritis dan vokal kontraknya tidak akan diperpanjang.
“Bahkan, sikap provokasi dan fitnah juga dilontarkan Kapus kepada personel nakes seperti, menuduh tanpa bukti terkait nihilnya anggaran pengadaan ATK sampai mengadu domba,” ungkap dr. Rangga.
Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Ineke Tri Sulistyowati mengatakan, kegaduhan para nakes tersebut sedang dalam proses penyelesaian dan terkait ketidak transparan telah menggandeng inspektorat terkait uang yang disoal para nakes.
“Apa yang menjadi curhatan nakes puskesmas dan Kapus pada saat audensi akan dicarikan solusi terbaiknya,” ucap Ineke.
Terpisah, Kepala Puakesmas Tonjong Sri Mulyani saat dikonformasi via WhatsApp oleh awak media mengatakan, apa yang dipersoalkan hanya kesalahpahaman saja.
“Itu biasa pak, hanya kesalahpahaman,” ujar Sri Mulyani.
Ia mengatakan hal tersebut hanya dinamika dilingkungan kerja, dan itu merupakan hal yang wajar.
Sri Mulyani juga menuturkan, permasalahan yang terjadi sedang dalam penyelesaian dari Dinas Kesehatan. (*)






