Tebo, Medianasional.id – Perusahaan sawit PT Kurnia Palma Berjaya (KPB) yang berada di lingkungan Rantau Api Kecamatan tengah Ilir Tebo, tidak pernah menyosialisasikan masalah pengelolaan limbah dan asap yang berdampak kepada warga setempat, dengan bau yang menyengat dan asap pabrik yang turun ke lingkungan pemukiman warga.
Meski pernah didemo masyarakat, sampai saat ini belum ada tindakan atau kompensasi yang sudah diusulkan warga terdampak.
Bidin selaku Kadus dianggap tidak bisa mewakili warganya untuk mengusulkan ke pihak perusahaan agar ada perhatian untuk warga yang terdampak polusi udara dari asap dan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh perusahaan pengelola buah sawit tersebut.
Pemilik perusahaan pun terkesan tutup mata dengan keluhan warga yang terdampak dengan limbah dan bau yang tidak sedap di lingkungan pemukiman warga. Pemilik perusahaan seolah olah kebal hukum dan tidak memperdulikan warga sekitar pabrik.
Sementara lokasi berdirinya perusahaan di lingkungan rawan banjir dan menggenangi sawah warga ketika musim hujan, sebab setiap tahun lokasi pabrik tersebut selalu terendam banjir.
Warga sekitar sangat khawatir jika terjadi banjir tidak menutup kemungkinan limbah akan meluap dan terbawa arus ke rumah rumah warga. Sebab lokasi perusahaan tersebut dikelilingi oleh anak Sungai Batang Hari dan setiap tahun kebanjiran.
“Kami warga Desa Rantau Api, khususnya dusun Remaji minta kepada pemerintah untuk mengkaji ulang tentang berdirinya pabrik sawit di lingkungan kami. Karena selalu kena banjir setiap tahun. Jika pemerintah tidak mengindahkan usulan kami tidak menutup kemungkinan warga akan demo kembali,” ungkap salah seorang penduduk yang tidak mau disebutkan namanya.
Sejak berdirinya perusahaan di Desa Rantau Api juga tidak ada dampak positif bagi warga, karena hampir 60% karyawan bukan dari warga setempat.






