PT. GGB Bersihkan Bekas Tumpahan Batubara di Desa Gunung Kembang

Lahat554 Dilihat

Lahat, medianasional.id – Terkait tumpahan batubara di Desa Gunung Kembang yang mengakibatkan kemacetan panjang, mengundang amarah warga sehingga malam itu warga desa Gunung Kembang secara spontan melakukan aksi blokir jalan, gara-gara tumpahan batubara tak kunjung dibersihkan.

Kades Gunung Kembang Edi Suparno, menjelaskan dalam pertemuan di kantor Camat Merapi Barat, belum lama ini yang dihadiri Kapolsek Merapi, Koramil Merapi, dan sejumlah perwakilan perusahaan tambang batubara,

Atas kejadian tersebut dari pihak PT. Golden Great Borneo (GGB) akhirnya melakukan penyemprotan dengan menggunakan tangki air untuk membersihkan bekas tumpahan batubara dengan dibantu warga setempat.

Kadiv Humas PT. GGB Edi Mulyono menyampaikan, “kami prihatin dengan kepedulian lingkungan, untuk itu kami ikut membantu adanya trouble seperti kejadian bekas tumpahan batubara di Desa Gunung Kembang, pihak kami membersihkan tumpahan tersebut atas permintaan dari Kades Gunung Kembang menggunakan mobil steam sampai bersih dibantu warga desa setempat,” ujar Edi kepada wartawan. Selasa (28/3).

Edi mengaku, pihak PT. GGB sudah empat kali membersihkan tumpahan batubara dengan dilakukan penyiraman dibantu warga setempat.

“Ini membahayakan bagi pengguna jalan, belum lagi dampak dari batubara akan menggangu kesehatan di sekitar pemukiman warga kalau tidak segera dibersihkan,” ujar Kadiv Humas PT. GGB.

Diberitakan sebelumnya, pihak Tripika menggelar rapat di Kantor Camat Merapi Barat, dihadiri Kapolsek AKP Herman akhiri, Danramil Merapi, Camat Merapi Timur idealis pokal, dan perwakilan pihak perusahaan pemilik IUP, PT. MIP, PT. BAU, PT. BT, PT. BOMBA GRUP, PT. MAS, sebagian perusahaan yang diundang tidak hadir untuk membahas masalah tumpahan batubara, pada 23 Maret 2023 di Desa Gunung Kembang, Edi Suparno menuturkan dalam acara rapat, kejadian malam itu adanya aksi demo atas kehendak warga, akibat tumpahan batubara yang tidak langsung dibersihkan oleh pemilik transportir sehingga mengundang amarah warga malam itu,

Kapolsek Merapi AKP Herman Akhiri menghimbau kepada warga untuk berkoordinasi dengan kades setempat apabila ada kejadian tumpahan batubara seperti di Desa Gunung Kembang, jangan menutup jalan sehingga terjadi kemacetan.

Perwakilan dari 2 perusahaan tambang batubara Andi Wijaya dan Komar meminta untuk rapat yang akan datang seluruh perusahaan tambang batubara dan transportir diundang dan duduk bersama.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses