Kajen, medianasional.id
Proyek pembangunan dinding/sandaran penahan tanah bronjong di sungai welo desa Dororejo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan dengan anggaran Rp. 981.481.000.00, volume proyek tidak ada di papan informasi/proyek pembangunan sehingga patut dipertanyakan.
Pasalnya pada saat awak media mengecek lokasi pekerjaan proyek sandaran tanah Bronjong sungai welo tidak ada keterangan volume maupun papan informasi, tentu hal ini menuai pertanyaan publik.
Ketika awak media mendatangi Alimin Slamet Kades Dororejo menyampaikan, “nanti dulu coba tak hubungkan ke pelaksana proyek”, ucap Kades.
Namun nomornya sudah terhapus dan selanjutnya sekdes Dororejo M Suphan memberi nomor WhatsApp Sito pegawai PSDA. Ia menyampaikan proyek tersebut yang mengerjakan adalah CV. AZAF JAYA.
Selanjutnya awak media mencoba menemui pelaksana proyek dan mandor tapi tidak ada di lokasi yang ada hanya pekerja.
Salah satu pekerja berinisial R menyampaikan, “saya hanya pekerja harian, pelaksana dan mandor tidak ada di lokasi proyek, pekerjaan ini proyek Binamarga, itu yang saya tahu,” bebernya.
Ketua GN-PK Kabupaten Pekalongan M.Jaelani ketika dikonfirmasi menerangkan berjalanya proyek dinding sandaran tanah Bronjong di sungai welo jembatan utama Desa Dororejo yang mengamati kegiatan tersebut mandor maupun Pengawas Pelaksana tidak pernah ada karena setiap tanya dengan pekerja jawabnya semua tidak tahu, yang penting bekerja dan dapat bayaran.
“Kami GN-PK selaku fungsi kontrol uang negara menyayangkan dengan adanya Kegiatan Proyek tersebut sebesar 981.481.000.00
(Sembilan Ratus delapan Puluh satu juta empat ratus delapan puluh satu ribu rupiah) cara pelaksanaan kegiatannya tanpa pengawas dan mandor. Seperti apa jadinya kok tidak serius. Itu Uang Negara / Uang Rakyat jika kami sebagai rakyat punya hak mengawasi dan kontrol sosial demi kwalitas pembangunan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi Masyarakat,” tuturnya.
Salah seorang warga berinisial W menyampaikan pada Media bahwa pembangunan dinding sandaran tanah kemungkinan besar tidak bertahan lama karena dinding tersebut berdiri tegak tanpa ada penyangga sandaran.
“Apalagi nanti pada saat musim penghujan, tanah uruganya padat mendorong sandaran yang berdiri tegak,” ujar Warga.
Awak media sudah berulang kali berusaha konfirmasi kepada pelaksana/pengawas namun tak kunjung datang ke lokasi proyek, sampai berita ini ditayangkan.
Sofyan Ari.








