kBATANG, medianasional.Id.
Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tidak hanya bersolek menjadi raksasa ekonomi baru, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang publik yang memanjakan warganya. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Bukit Srawung KITB oleh Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di area Helipad Bukit Srawung, KEK Industropolis Batang, Minggu (20/9/2026).
Prosesi peresmian berlangsung magis saat momen sandyakala—waktu di mana matahari perlahan tenggelam di ufuk barat dengan latar lanskap laut Jawa yang membentang luas. Suasana syahdu tersebut semakin hidup dengan suguhan pertunjukan sendratari yang memukau serta kemegahan kirab Narendra Agung yang kental dengan nuansa budaya Jawa.
Bupati M. Faiz Kurniawan mengungkapkan rasa kagumnya saat menikmati panorama estetik dari puncak bukit. Menurutnya, Bukit Srawung kini telah menjelma menjadi magnet baru bagi warga lokal, khususnya sebagai destinasi liburan keluarga.
“Perpaduan sunset dan pemandangan laut lepas di sini benar-benar menyejukkan mata. Kehadiran Bukit Srawung ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk melepas penat, menikmati alam, sekaligus saling berinteraksi,” ujar Faiz.
Menjaga Jiwa Leluhur di Tengah Modernisasi
Lebih dari sekadar spot foto atau tempat menikmati pemandangan, Bukit Srawung didesain sebagai ruang komunal yang membawa misi besar: menjaga budi pekerti dan kearifan lokal di tengah derasnya arus industrialisasi.
Faiz menegaskan bahwa kemajuan zaman dan deru mesin industri tidak boleh mengikis nilai-nilai luhur yang telah mengakar di bumi Batang. Nama “Srawung” sendiri dipilih karena memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu semangat untuk memupuk hubungan sosial, merajut tali persaudaraan, dan menjaga kebersamaan.
“Kita ingin tempat ini menjadi wadah bagi warga dari kawasan Wringin Kurung hingga wilayah pesisir untuk berkumpul dan berharmonisasi tanpa kehilangan identitas asli tanah leluhur kita,” tambahnya.
Acara peresmian kemudian ditutup dengan doa bersama. Ke depan, Bukit Srawung diharapkan menjadi simbol penyeimbang di KITB—di mana roda ekonomi dan aktivitas industri dapat berjalan selaras dengan kebahagiaan sosial serta pelestarian budaya lokal masyarakat Batang.






