Persiapkan SDM Warga Batang, Agar Tidak Menjadi Penonton Di Daerah Sendiri

Batang396 Dilihat


Batang, medianasional.id
Di era pandemi covid – 19, Kegiatan Sosialisasi Peran Dan Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS ) bersama Komisi XI DPR RI Prof Dr Hendrawan Supratikno memberikan edukasi masyarakat pelaku UMKM di Kabupaten Batang.

Moderator dalam kegiatan Tri Handayani, di hadiri Pengamat ekonomi yang sekaligus Anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang H. Ahmad Ridwan, SE., MM Wakil Bupati Batang Suyono, Kadis Disperindagkop UMKM Subiyanto, Kepala executive LPS Lana Sulistyaningsih dan Dimas Yuliarto Sekretaris LPS hadir secara virtual, para peserta UMKM Mikro dan juga mahasiswa IAIN Pekalongan dan perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan berlangsung di Sendang Sari Hotel Batang, ( 11/09/2021 ).

Wabup Batang Suyono sebelum membuka kegiatan menyapa peserta, dengan memberikan pertanyaan adakah peserta yang lahir pada tanggal 11 September… ? Ditunggu beberapa saat tidak seorang pun peserta yang lahir pada 11 September. Suyono terus melonggarkan pertanyaan, Kalau tanggalnya tidak ada sekarang yang lahir dibulan September ada apa tidak. Tidak menunggu waktu lama ada peserta yang tunjuk jari dan maju kedepan dengan di berikan imbalan oleh Wakil Bupati Suyono.

Kepala Executive LPS Lana Sulistiyaningsih menyampaikan terimaksih kepada anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno dan Citra Institute yang sudah membantu LPS melakukan sosialisasi peran dan fungsi Lembaga Penjamin Simpanan kepada para pelaku UMKM di Kabupaten Batang.

Upaya Pemkab Batang dalam rangka pemulihan perekonomian dimasa pandemi covid – 19, menurut Wakil Bupati Suyono mengatakan, berbagai ruang sudah kita buka mengingat Kabupaten Batang sekarang ini pada level 2, kegiatan pemulihan ekonomi seperti yang sudah dibuka tempat wisata baik wisata gunung maupun laut serta tempat kuliner.

Walupun Kabupaten Batang sekarang ini pada level 2 namun penerapan prokes ketat harus dilakukan, baik pengelola maupun pengunjung tempat wisata maupun kuliner harus tetap menerapkan prokes ketat, sesuai dengan himbauan pemerintah.

Untuk pekerja seni, kegiatan hajatan mantenan sudah mulai kembali namun tetap menerapkan prokes ketat dalam setiap pelaksanaan kegiatan.

Melihat geliat perkembangan perekonomian di Kabupaten Batang dengan adanya 2 kawasan industri besar Prof Dr Hendrawan Supratikno menuturkan, Kabupaten Batang luar biasa karena masuk dalam proyek strategis nasional dengan kawasan industri terintegrasi Batang ini akan melahirkan puluhan ribu kesempatan kerja dan akan ada relokasi besar-besaran dari Jawa Barat ke Batang. Dengan upah minimum kota kabupatennya lebih rendah misal, di Karawang upahnya 4,4 juta, sedangkan di Kabupaten Batang upahnya berkisar 2,2 juta.

” Maka koridor Pantura Jawa Tengah ini akan booming pada saat yang sama di Kendal juga sudah ada kawasan industri, Brebes juga ada,” ungkap Pengamat ekonomi Prof Dr Hendrawan Supratikno.

Dengan adanya dua kawasan industri tersebut maka harus dipersiapkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi untuk menyongsong revolusi industri 4.0. Apabila warga masyarakat Batang tidak mempersiapkan sumberdaya yang kompeten tentunya warga Batang hanya akan menjadi penonton di daerah sendiri, paling menjadi pekerja non skil.

Hendrawan menambahkan, melihat adanya dua kawasan indutri tersebut potensi yang berpeluang misal sangat sederhana seperti pendirian lembaga – lembaga pelatihan guna memberikan skil, kedepan akan dibutuhkan banyak buah-buahan contoh pepaya, jeruk dan pisang untuk memenuhi kebutuhan menu karyawan.

Untuk itu yang perlu disiapkan daerah perkebunan buah, tidak hanya buah saja peluang bisnis lainya seperti kos-kosan, bengkel reparasi AC, reparasi televisi dan seterusnya.

#PujiLeksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses