
Raja Ampat,medianasional.id- Kementerian Perhubunganmeĺalui Direktorat jenderal (Dirjen) Perhubungan laut Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) kelas II (dua) Raja Ampat begïtu getolnya daĺam memerangi Virus Corona masuk di Indonesia, khususnya wilayah kabupaten Raja Ampat.
Hal tersebut dibuktikan dengan melakukan Rapat koordinasi (Rakor) kewaspadaan meluas Virus Corona, di Raja Ampat dengan melibatkan berbagai instansi,institusi terkaiit lainnya,diantaranya dari Kodim 1805 Raja Ampat,Polres Raja Ampat,Pos TNI AL Waisai Lantamal XIV Sorong,Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas III (tiga) Sorong Wilayah Kerja Kesehatan Pelabuhan Raja Ampat.
Selain itu, Dinas Pariwisata,Dinas Perhubungan, RSUD dan Dinas Kesehatan daerah setempat terlibat dalam Rakor,di Auditorium KUPP Raja Ampa,Jalan Kompleks Pelabuhan Logbon,Waisai,Raja Ampat,Papua Barat belum lama ini.
“Kita ketahui bersama bahwa Virus Corona saat ini menjadi menjadi perhatian dunia,kita tak mau kecolongan Virus Corona masuk di wilayah Raja Ampat,”ujar kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Raja Ampat,Anggiat. P Marpaung kepada media ini usai Rakor.
Selain tak ingin kecolongan dengan Virus Corona,Anggïat sapaan akrab kepala (KUPP) menyebut,akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah Corona Virus masuk wilayah Raja Ampat.”Untuk memerangi,mencegah terjadinya hal tersebut,saya berinisiatif mengundang berbagai instansi,institusi untuk Rakor kewaspadaan meluas Vïrus Corona,”ucap Anggiat.
Menurutnya,Rakor kali ini tujuannya untuk diskusi dalam rangka pencegahan terhadap Virus Corona yang kabarnya sampai saat ini belum ditemukan obatnya.
“Sehingga kesimpuĺan dari Rakor tadi,kami sepakat untuk segera membentuk tim,dan tim akan bersinergi melakukan pemeriksaan terhadap penumpang kapal yang datang di Raja Ampat,khususnya turis,”terang Anggiat.
Lanjutnya,dengan itu,dalam Rakor seluruh instansi sepakat berharap dukungan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Raja Ampat untuk pengadaan alat pendeteksi suhu badan manusia.” Mengingat terbatasnya peralatan pendeteksi suhu badan guna mendeteksi Virus Corona yang di miliki KKP,”ungkap Anggiat.
“Demi kepentingan umum,besok kami tim sudah mulai melakukan pemeriksaan,kami tak menunggu SK untuk melakukan kebaikan,SK urusan belakang,”tambahnya.
Anggiat menegaskan,mulai besok,selain dokumen Laik berlayar untuk keselamatan di laut bagi kapal,khususnya kapal wisata,selain itu pihak kapal juga harus melengkapi dokumennya dengan Izin Tanda Masuk Kawasan Wisata,dan para wisatawan juga harus memiliki Kartu Jasa Ĺingkungan (KJL) yang dikeluarkan Pemerintah setempat serta kartu kewaspadaan dini Virus Corona yang dikeuarkan Kementerian Kesehatan.
“Jika tak lengkap dokumen,persyaratan yang sudah saya sebutkan,maka dengan tegas saya menolak memberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal yang masuk di wilayah perairan laut Raja Ampat,”tandas Anggiat mengakhiri wawancara.
Editor Zainal La Adala






