Brebes, medianasional.id | Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan Pendidikan Politik bagi Mahasiswa dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Keselamatan Berlalu Lintas dan Sosialisasi Pencegahan Pinjaman Online/Judi Online”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, pukul 09.00–13.00 WIB di Pendopo Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Sebanyak 70 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti kegiatan ini. Hadir sebagai narasumber dan undangan antara lain Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ormas Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes Fetiana Dwiningrum, S.IP., M.Si; Analis Kebijakan Ahli Muda Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes Sofyan Affendi, S.H., M.H.; Manager OJK Kabupaten Tegal Kukuh Harisman; perwakilan Polres Brebes Destian Ady P., S.H.; serta staf Bidang Poldagri dan Ormas Kesbangpol Kabupaten Brebes.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, doa, sambutan, dan dilanjutkan dengan paparan materi dari para narasumber.
Dalam sambutannya, Fetiana Dwiningrum menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan sosialisasi. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara pemerintah daerah, khususnya Badan Kesbangpol Kabupaten Brebes, dengan mahasiswa.
“Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi media berbagi ilmu dan informasi, baik dari para narasumber maupun dari adik-adik mahasiswa,” ujarnya. Fetiana berharap para mahasiswa dapat dibekali wawasan dan pengetahuan agar memiliki perilaku yang sehat serta tanggung jawab sebagai agen perubahan di masyarakat. Ia juga mendorong peserta untuk menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada lingkungan sekitar guna meminimalisir permasalahan keselamatan berlalu lintas, pinjaman online, dan judi online.
Sementara itu, Sofyan Affendi dalam pemaparannya menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Kabupaten Brebes saat ini, antara lain rendahnya kesadaran politik masyarakat, kesenjangan ekonomi, rendahnya partisipasi publik dalam pengawasan kebijakan, serta persoalan kesehatan dan pendidikan. Ia menekankan pentingnya kebijakan pemerintah daerah yang pro-rakyat dan transparan serta perlunya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dalam menjaga kondusivitas wilayah, ketahanan bangsa, dan penguatan demokrasi.
Dari sisi sektor keuangan, Kukuh Harisman menjelaskan peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengatur, mengawasi, dan melindungi konsumen jasa keuangan. Ia menguraikan perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, sekaligus mengingatkan dampak serius pinjaman online dan judi online terhadap individu, keluarga, dan lingkungan sosial, yang dapat berujung pada stres hingga tindakan kriminal. Kukuh juga menegaskan bahwa OJK berperan dalam pemblokiran rekening terkait judi online serta menyediakan mekanisme pelaporan melalui IASC OJK bagi korban penipuan.
Adapun Destian Ady P. dari Polres Brebes memaparkan materi terkait keselamatan berlalu lintas. Ia menyebutkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan rasio kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang tinggi, dengan 72 persen kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua. Melalui diskusi ini, peserta diajak memahami potensi bahaya, risiko, serta pentingnya tindakan antisipatif dalam berkendara. Ia juga memberikan tips berkendara aman dan langkah-langkah untuk mengurangi risiko kecelakaan sesuai Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 Tahun 2009.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas serta menjadi agen edukasi dalam pencegahan pinjaman online ilegal dan judi online di lingkungan masing-masing. (*)






