Pendekatan Hukum dalam Pencegahan dan Pemutusan Rantai Penularaan Covid-19

145 views

Dr. dr. Ampera Matippanna, MH.

Makassar, Medianasional.id- Pandemi covid-19 masih terus bergerak, Dan terus saja menelan korban. Dari pemberitaan media kita mendengar bahwa tidak sedikit kalangan pejabat ratusan tenaga medis dan ribuan masyarakat yang meninggal Karen’s covid-19. Sungguh ini sebuah ancaman serius bagi bangsa dan negara yang harus disikapi secara serius oleh semua pihak. Hal ini menjadi sangat penting karena sampai hari ini semua upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah tanpa dukungan semua elemen masyarakat sepertinya tidak berdampak secara maksimal, hal ini terbukti dengan terus meningkatnya angka kasus terkonfirmasi covid-19, bahkan meningkat dengan sangat tajam mencapai dua kali lipat dari kasus-kasus sebelumnya.

Menyikapi kasus terkonfirmasi covid-19 yang terus bergerak maju, menurut hemat penulis, maka setidaknya ada beberapa langkah pendekatan hukum yang harus dilakukan oleh pemerintah yaitu antara lain :

1. Pendekatan sosiologi hukum

Pendekatan sosiologi hukum sangat penting dilakukan oleh pemerintah dengan memformulasi aturan-aturan hukum yang efektif dan efisien dengan memperhatikan karakter dan budaya masyarakat setempat dalam rangka kepatuhan terhadap upaya-upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularaan covid-19. Dalam hal ini, bagaimana hukum dimanfaatkan sebagai alat untuk melakukan rekayasa sosial (law as a tool of social engineering. Hukum yang efektif adalah hukum yang dapat di terima oleh masyarakat, sesuai dengan ciri dan karakter masyarakat itu sendiri.

2. Pentingnya Law Inforcement.

Salah satu penyebab mengapa kasus-kasus terkonfirmasi covid-19 masih terus berkembang karena masih lemahnya penegakan hukum terhadap berbagai aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga masyarakat sebagian besar tidak mengindahkannya karena penerapan sanksi dan bentuk sanksi yang tidak jelas. Sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi masyarakat. Selain memberikan efek jera dalam penegakan hukum, maka hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagai mana hukum dapat memberi rasa keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum di masyarakat. Hukum yang efektif adalah hukum yang mampu memberikan rasa keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat. Persoalan klasik yang selalu dijadikan tameng bagi masyrakat adalah penegakan hukum yang tidak adil dan bisa diatur, Sehingga kita selalu mendengar suara-suara sumbang di masyarakat ” mengapa hanya saya, mereka tidak? ” maka tentunya untuk menekan laju pertumbuhan covid-19, maka asas equality before the law harus benar-benar diterapkan dan menjadikan hukum sebagai panglima dalam upaya pencegahan dan pemutusan rantai penularaan Covid-19 ini.

3, Keteladan Tokoh Masyarakat dalam hal kepatuhan hukum.

Seperti kata pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Arti kata pepatah ini adalah murid meneladani perilaku apa yang dilakukan oleh sangguru sebagai sosok panutan yang setiap hari dijumpainya yang pada gilirannya akan menjadi karakter yang persisten dalam hidupnya. Demikian halnya dengan keteladanan para tokoh Masyarakat dalam kepatuhan akan aturan dan ketentuan hukum dalam Pencegahan dan pemutusan rantai penularan covid 19 akan berdampak besar pada kepatuhan masyarakat. jika pemerintah, elit politik, pemuka agama, ormas, dan elemen-elemen masyarakat lainnya secara ikhlas memberi teladan, menghimbau dan mengedukasi masyarakat secara bersinergi maka persoalan covid-19 bukan tidak dapat dihentikan. Peran ketokohan sangat penting dalam membentuk karakter masyarakat menjadi peduli terhadap ancaman covid-19.

Mari bersinergi dalam membangun ketahanan bangsa dari ancaman covid-19 melalui pendekatan sosiologi hukum, penegakan hukum dan keteladanan hukum di masyarakat. Sebagaimana asas hukum yang mengatakan “salus populi suprema lex “Keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi”. Maka menjadi penting bagi para tokoh masyarakat untuk saling bersinergi membangun keteladanan hukum dan tidak terjebak dalam politik kepentingan demi untuk keselamatan masyarakat. (Nimbrod Rungga)

Makassar

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.