Pemkab Batang Ambil Langkah Cepat Tangani Kasus Dugaan Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Bawang

Batang584 Dilihat

BATANG, medianasional.Id.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang bergerak cepat menangani insiden dugaan keracunan massal yang menimpa warga pasca-mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang. Hingga Rabu (23/9) malam, tercatat sebanyak 276 korban yang terdiri dari siswa dan orang tua murid dilaporkan mengalami gejala keracunan, dengan potensi jumlah yang masih bisa bertambah.

Wakil Bupati Batang, Suyono, meninjau langsung proses penanganan medis di RSUD Batang pada Rabu malam guna memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan intensif dan maksimal.

“Fokus utama dan prioritas tertinggi Pemerintah Kabupaten Batang saat ini adalah keselamatan para penerima manfaat. Kami telah menginstruksikan manajemen RSUD Batang untuk memberikan pelayanan medis paling optimal agar seluruh korban dapat segera pulih,” tegas Suyono dalam keterangannya di RSUD Batang.

Berdasarkan data di lapangan, kasus ini berdampak pada penerima manfaat dari 11 lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Bawang, antara lain SDN 1 Bawang, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Qurota ‘Ayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan. Dapur Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPBG) yang melayani sekolah-sekolah tersebut diketahui menyuplai makanan untuk sekitar 2.700 orang.

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang melampaui kapasitas RSUD, Pemkab Batang telah menyiagakan sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) rawat inap di wilayah sekitar, termasuk Puskesmas Bandar, sebagai fasilitas penampungan cadangan.

Sebagai langkah investigasi dan mitigasi risiko, Pemkab Batang telah mengambil tindakan tegas sebagai berikut:

Pemeriksaan Laboratorium: Dinas Kesehatan Kabupaten Batang telah mengamankan sampel makanan—terutama menu olahan telur yang dicurigai korban—untuk diuji secara klinis di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti keracunan.

Penghentian Operasional Sementara: Seluruh aktivitas operasional dapur SPBG penyedia makanan dihentikan sementara waktu sampai hasil investigasi keluar.

Evaluasi Total & Pemanggilan Pengelola: Pemkab Batang akan memanggil Koordinator Wilayah (Korwil) serta pengelola SPBG terkait untuk dimintai keterangan. Evaluasi mendalam akan dilakukan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan hingga jalur distribusi pangan.

Pemkab Batang mengimbau seluruh pihak untuk tetap tenang dan tidak menarik kesimpulan sepihak sebelum hasil uji laboratorium resmi dirilis.

Terkait aktivitas pendidikan, Pemkab Batang memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di 11 sekolah tersebut tetap berjalan normal bagi siswa yang sehat.

Sementara bagi siswa yang terdampak atau masih dalam masa penyembuhan, diberikan dispensasi untuk beristirahat penuh di rumah hingga dinyatakan sembuh total oleh tim medis.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses