Pemerintah Pusat Alokasikan Dana Rp11,8 Miliar untuk Pengembangan Perpustakaan di Maluku

Ambon, Maluku1562 Dilihat

Medianasional.id, Maluku- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku,Elvi Yana Tikupasang, S.K.M., M.Kes menyampaikan nformasi penting, mengenai alokasi dana untuk pengembangan perpustakaan yang bersumber dari pemerintah pusat.

Dalam pertemuan di ruang kerjanya pada Senin (9/12/2024), Elvi mengungkapkan bahwa, total dana yang diterima Maluku untuk tahun 2025 mencapai Rp11.859.767.000.

Dari total dana tersebut, sekitar Rp10 miliar dialokasikan untuk pembangunan fisik perpustakaan di Kota Tual, sementara Rp500 juta masing-masing disalurkan untuk pembangunan non-fisik di Kota Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Selain itu, Rp850 juta juga disiapkan untuk mendukung kegiatan non-fisik di Dinas Perpustakaan Provinsi Maluku.

Elvi menilai alokasi dana ini sebagai bentuk perhatian khusus dari pemerintah pusat terhadap pengembangan perpustakaan di Maluku. Ia juga berharap, perhatian lebih dapat diberikan pada pembangunan gedung perpustakaan di Provinsi Maluku yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Perpustakaan Nasional dan mereka menyatakan kami dapat mengusulkan pembangunan fisik gedung perpustakaan pada tahun 2026,” kata Elvi.

Selain itu, Elvi juga menjelaskan bahwa, untuk tahun 2024, dana yang tersedia hanya berasal dari APBD dan Dana Dekonsentrasi (Dekon) APBN, yang difokuskan pada program-program untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Meskipun dana tersebut relatif kecil, Elvi tetap bersyukur dan berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kebiasaan membaca masyarakat Maluku.

Elvi juga menyoroti, masalah literasi di Maluku, yang masih tergolong rendah.

“Kami berharap, kegiatan yang didanai tahun ini bisa meningkatkan minat baca, meskipun tantangannya cukup besar,” ujar Elvi.

Selain itu, Elvi menekankan, pentingnya pelestarian naskah-naskah kuno di Maluku yang memerlukan peralatan khusus. Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), mereka telah mengusulkan peralatan untuk menjaga warisan budaya tersebut.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Elvi menyatakan rasa syukurnya atas dana yang ada. Ia berharap, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat lebih memperhatikan sektor perpustakaan, yang memiliki peran vital dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi.

“Kami sadar anggaran terbatas, tetapi kami tetap berusaha mengoptimalkan setiap dana yang ada,” tutup Elvi.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses