
Walikota Pekalongan,HM Saelany Machfudz,SE hadir membuka pelatihan tersebut. Dalam pengarahannya, Saelany menyampaikan apresiasi atas diadakannya pelatihan pembuatan video konten pembelajaran untuk program TV dan radio sebagai langkah memberikan peningkatan kemampuan dan keterampilan para guru di Kota Pekalongan dalam menyiapkan sarana pembelajaran yang edukatif kepada siswa.
“Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Dinkominfo dan Dindik serta PGRI Kota Pekalongan dalam menghadapi proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui dalam jaringan (daring) di bidang pendidikan. Selama ini yang kita tahu masih ada beberapa kendala didalamnya seperti mahalnya kebutuhan pembelian kuota internet, tidak semua wali murid dari golongan mampu dan memiliki smartphone, jaringan internet yang belum memadai dan sebagainya,” tutur Saelany.
Menurut Saelany, pelatihan pembuatan video konten pembelajaran yang edukatif dan menarik ini dianggap penting dan merupakan suatu terobosan yang bagus untuk menyediakan layanan pendidikan kepada anak sekolah di tengah masa pandemi Covid-19.
“Kami berharap para guru yang mengikuti pelatihan ini bisa tetap semangat mengikuti sampai selesai dan bisa menularkan kemampuan yang didapat di pelatihan ini kepada guru-guru lainnya. Sehingga, anak-anak didiknya pun akan semakin interaktif, semangat menerima pembelajaran yang diberikan secara optimal,” tegas Saelany.
Sementara itu, Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Yos Rosyidi, SIP,MSi menyebutkan pelatihan ini diikuti oleh 120 guru dari tingkat RA/TK, SD/MI, dan SMP/MTs yang ada di Kota Pekalongan dengan rincian pelatihan pembuatan video konten pembelajaran untuk program TV sebanyak 10 orang guru RA/TK, 20 orang guru SD/MI, dan 30 orang guru SMP/Mts, begitupun sebaliknya untuk program pembuatan audio pembelajaran untuk program radio.
“Sebagai bentuk keprihatinan kami di tengah dampak pandemi Covid-19 di sektor pendidikan, maka Dinkominfo memfasilitasi pelatihan pembuatan video konten pembelajaran untuk guru-guru di tingkat TK hingga SMP sederajat. Hasil kreatif mereka yang didapat dari pelatihan nantinya akan dipilih beberapa yang terbaik untuk disiarkan secara live di LPPL Batik TV juga Radio Kota Batik Pekalongan,” jelas Yos.
Yos menambahkan dalam pelatihan ini, para guru akan mendapatkan materi mengenai pengantar produksi video, pengambilan teknik pengajaran hingga proses penyuntingan video pembelajaran yang interaktif baik di program TV maupun radio.
“Dalam pelatihan ini juga proses pembuatan bahan ajar sudah disesuaikan dengan kurikulum atas kesepakatan PGRI Kota Pekalongan yang didalamnya juga berisikan konten-konten lokal. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat pembelajaran video melalui platform aplikasi tidak berbayar yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan layanan pendidikan selama masa pandemi,” tandas Yos.
Editor: Sofyan Ari.



