
Batang, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Batang akan menjadi salah satu daerah yang memiliki infrastruktur yang komplit, selain memiliki jalan pantura yang tak pernah sepi kendaraan, Batang juga berencana membangun bandara perintis.
Tak hanya itu saja, Batang pun memiliki jalan tol dan jalur kereta api yang tak kalah sibuknya, sehingga tak heran kalau kedapan Batang akan lebih maju dari daerah lain. Dan untuk Infrastruktur lautnya sudah memiliki pelabuhan niaga yang saat ini sudah pada tahap uji coba.
“ Pelabuhan Niaga masih dalam tahap uji coba, dan menurut kajian Pemkab Batang dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sudah tidak ada masalah, dan Pemkab akan bersinergi dengan Pelabuhan agar ijin operasional cepat turun,” Kata Bupati Wihaji saat Mengunjungi Pelabuhan Niaga Batang Selasa ( 15/5/18) Sore.
Ia juga mengatakan, Keinginannya pelabuhan niaga Batang menjadi pelabuhan pengumpan, namun kita harus sesuai dengan tahapan dan prosedurnya, sehingga nantinya pelabuhan akan bisa memiliki manfaat yang banyak bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.
“ Kedepan Banyak yang harus kita lakukan, cuman kita harus cek kesiapannya dan tahap demi tahap yang saat sekarang menjadi Pelabuhan Pengumpan Regional ( PR ) dan Tahun 2022 kita usakan naik menjadi Pelabuhan Pengumpan,” Kata Wihaji
Dengan nanti beroparsinya pelabuhan PR lanjutnya, di harapkan bisa di fungsikan yang lain, karena kalau melihat potensi bisa di manfaatkan buat pelabuhan, masyarakat, pengusaha dan Pemerintah Kabupaten Batang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“ Kita akan melihat dan kaji potensi – pontesi yang ada di pelabuhan untuk kesejahteraan Kabupaten Batang, selama tidak melanggar aturan dan kita akan membuat regulasi yang bisa bermanfaat bagi kejehateraan Kabupaten Batang,” Jelas Wihaji
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang Capt. Hendrik Kurnia Adi mengatakan, Pelabuhan Niaga Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang dibangun di atas tanah seluas 6 hektare dengan dua dermaga yang kedalamannya mencapai 5,9m, sehingga siap untuk menampung kapal tongkang kabut yang kapasitasnya maksimal 300 ft.
“ Sesuai dengan hirarki jenis pelabuhan ada tahapan – tahapanya, ada pelabuhan lokal, pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan, dan tahap kita pengumpan regional antar provinsi, yang hirarkinya dua tahun kedepan hanya Batang Se Jawa Tengah menjadi Pelabuhan Pengumpan ( PP),” Kata Capt. Hendrik Kurnia Adi
Di jelaskan juga bahwa Kalu sudah menjadi Pelabuhan Pengumpan yang bisa di gunakan untuk perdagangan internasional, kalau memang ada potensi perdagangan ekspor impor bisa di pelabuhan Batang.
“ Kami harap di manfaatkan sekali Pelabuhan Batang, karena kalau sudah jadi pelabuhan pengumpan bisa di gunakan untuk perdagangan internasional ekspor impor dengan di lengkapi Kantor Imigrasi dan Kantor Bea cukai,” Kata Capt. Hendrik Kurnia Adi
Ia pun meminta, ada dukungan yang sinergi dengan Pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi yang menggabungkan antara Pariwisata, ekspor impor perdagangan, yang masih dalam tahap kajian dan dua tahun kedepan Batang akan lebih baik dari sekarang.
“ karena dua tahun lagi pelabuhan sudah internasional sehingga fasiltasnya pun harus lebih baik lagi, yang nantiya keuntunganya akan dirasakan oleh masyarakat sekitar baik tenaga kerja ekonomi, dan kegiatan sektor kemaritiman,” Jelasnya Capt. Hendrik Kurnia Adi (Son)






