Opini: “God Eye” Mampu Menekan Angka Kriminalitas Kota Salatiga

Artikel1278 Dilihat

Opini: “God Eye” Mampu Menekan Angka Kriminalitas Kota Salatiga

Oleh:

Fasikhudin Ahmad

(Ketua Umum HMI Salatiga)

Kota salatiga merupakan salah satu kota di Jawa Tengah, yang terletak di 49 KM Selatan Kota Semarang dan 52 KM di sebelah utara Kota Surakarta. Banyak yang mengatakan bahwa Kota Salatiga merupakan kota yang sangat nyaman untuk di singgahi, bahkan ada sebutan yang menyatakan bahwa Salatiga adalah kota paling indah di Jawa Tengah karena dikelilingi oleh bentangan pemandangan pegunungan. Banyak catatan yang menyebutkan bahwa pada masa penjajahan kota ini menjadi kota favorit orang Belanda untuk tinggal, dibuktikan dengan banyaknya bangunan lawas di Kota Salatiga yang bercorak bangunan Belanda. Selain itu, Salatiga menjadi unik karena Salatiga adalah kota tertua ke-2 di Indonesia setelah Kota Palembang. Sayangnya, keunikan dan keindahan Kota Salatiga sedikit terganggu dengan meningkatnya perilaku kriminalitas akhir-akhir ini.

Desember 2023 lalu Polres Salatiga mengadakan konferensi pers akhir tahun di mapolres Kota Salatiga. Dalam kegiatan itu, polres Salatiga memaparkan peningkatan sebaran data kriminalitas di Kota Salatiga. Pada tahun 2022 total angka kriminalitas sebanyak 284 kasus dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 450 kasus. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama sebagai masyarakat yang ada di Kota Salatiga.

Terinspirasi dari Film Fast and Furious 7 yang mengisahkan sebuah teknologi keamanan super bernama God Eye yang berbasis pada teknologi kamera dan perangkat elektronik yang bisa merekam suatu fenomena baik itu gambar maupun suara, kami berharap kota tercinta ini bisa memiliki teknologi semacam God Eye dalam rangka menekan angka kriminalitas di Kota Salatiga. Teknologi yang kami maksud sebenarnya adalah CCTV keamanan yang harus disebar di seluruh titik Kota mulai dari pusat keramaian seperti Alun-Alun Pancasila, Pasar Raya, dan seluruh jalan baik itu jalan perkampungan maupun jalan raya terutama Jalan Lingkar Selatan yang tergolong gelap dan rawan kecelakaan serta kriminalitas. Tentunya God Eye versi kami tidak 100% sama dengan ilustrasi yang ada di Film Fast and Furious 7, karena dalam film itu juga menggunakan perangkat ponsel genggam yang mampu menyadap aktivitas pengguna ponsel yang jelas mengganggu hak privat Masyarakat.

Sebenarnya, Kota Salatiga telah memiliki fasilitas itu, namun saat ini jumlahnya masih sangat terbatas. 18 Juli 2024, kami sebenarnya telah menyampaikan ide ini kepada pihak keamanan Kota Salatiga dan pihak keamanan mengamini situasi yang terjadi. Bahwa dalam beberapa kasus Salatiga kesulitan mengakses fenomena kriminalitas maupun fenomena lain seperti kecelakaan lalulintas yang telah terjadi karena minimnya CCTV yang ada di area tempat kejadian perkara. CCTV milik pemerintah kota hanya ada di beberapa titik seperti Simpang tiga Blotongan, Bundaran Kota, Simpang tiga Gereja Bethany, Lampu Merah ABC, Perempatan Kumpulrejo, Simpang tiga Kauman, dan Exit Tol Salatiga.

Bagi kami, God Eye dapat menjadi solusi yang cukup efektif dalam rangka meningkatkan keamanan di Kota Salatiga. God Eye dapat memonitor aktivitas di area publik Kota Salatiga, sekaligus mampu memberikan bukti yang akurat jika terjadi kejadian yang merugikan. Keberadaan God Eye juga bisa berdampak pada deterren effect bagi pelaku kejahatan. Dengan adanya visualisasi publik sangat memungkinkan untuk menekan terjadinya perilaku kriminal karena pelaku menyadari risiko terekam aktivitas kejahatanya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses