
Pasuruan, medianasional.id – Mendekati pemilihan Kepala desa serentak di Kab. Pasuruan akhir bulan November ini, di desa Genengwaru, Kec. Rembang, Kab. Pasuruan muncul permasalahan terkait program bedah rumah, Senin (07/10/2019).
Beberapa warga yang mendapatkan bantuan bedah rumah dari tahun 2017 sampai tahun 2018 wadul/ berkeluh kesah ke Perkumpulan Cakra Berdaulat, Minggu (06/10/19) terkait uang yang sudah mereka terima, diindikasikan tidak menjangkau dengan biaya bedah rumahnya.
“Kita dapatnya cuman Rp. 4 juta pak tapi biaya bedah rumahnya, rata-rata disini habis sampai Rp. 10 jutaan, katanya dapat bantuan tapi ujung-ujungnya kita malah cari hutangan untuk nutupi biaya perbaikan rumah kita,” ujar beberapa warga.
Namun anehnya, bantuan bedah rumah yang mereka dapat tidak semua sama nominalnya. “Kalau masalah nominal uang yang kita terima tergantung dari desa pak, kita yang di dusun selain dusun Oyoran, rata-rata dapat bantuan cuma Rp. 4 juta rupiah. Namun karena bapak Kepala desanya tinggalnya di dusun Oyoran, warga yang disana dapat bantuan rumahnya dari nominal Rp. 5 juta sampai Rp. 7,5 juta,” ujar salah satu warga penerima bantuan yang tidak mau disebutkan namanya.
Lucunya lagi, ada warga yang menerima bantuan bedah rumah, waktu dipanggi ke balai desa menerima uang yang tertulis Rp. 5 juta di amplopnya, namun setelah dibuka di rumahnya cuma sebesar Rp. 4 juta. Warga ini pun kembali ke balai desa untuk menanyakan kekurangannya, namun dari dalam balai desa, Kepala desa dengan nada lantang dan teriak-teriak bilang kalau tulisan yang di amplopnya itu salah tulis.
Namun yang disayangkan lagi nasib warga satu ini, sudah bongkar rumahnya sendiri tapi kenyataannya bantuan yang diharapkan tidak kunjung dia terima sampai sekarang. “Masak nama saya sudah di data sejak tahun 2016 dan sudah masuk ke daftar penerima bantuan tahun 2017 kata perangkatnya, namun uangnya tidak saya terima pak, padahal rumah sudah saya bongkar,” ujar Aliyal Uyul pada wartawan medianasional.id dirumah salah satu warga, ketika perwakilan Cakra Berdaulat mendatangi buat klarifikasi berdasarkan laporan beberapa warga desa Genengwaru, Kec. Rembang, Kab. Pasuruan.
Secara terpisah Ikhsan, Kepala Desa Genengwaru didampingi Sekdes dan salah satu Kasunnya, Senin (07/10/19) ketika dikonfirmasi terkait berita miring tersebut mengatakan bahwa semua bantuan tersebut sudah secara prosedural. “Kita memberikan bantuan itu dari Anggaran Dana Desa (ADD) pak dan besar kecil bantuan yang kita berikan tergantung rumah si penerima bantuan, jadi memang tidak sama nominalnya,” ujar Ikhsan berkilah.
Terkait Aliyal Uyul, warga yang pada akhirnya tidak mendapatkan bantuan. Kades beralasan karena sebelum mendapatkan bantuan Aliyal Uyul sudah membongkarnya dan membangunnya terlebih dahulu karena dapat uang dari mantan suaminya.
Reporter : Tara
Editor : Sunarto






