
Batang, medianasional.id
Sudah menjadi tradisi turun temurun dari leluhur masyarakat Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang setiap dua tahun sekali, merayakan pesta rakyat sebagai wujud syukur masyarakat kepada sang pencipta dengan di karuniai alam beserta hasil buminya yang melimpah ruah.
Tradisi nguri – uri kebudayan ini memilik makna yang luar biasa bagi masyarakat setempat. Tidak hanya nguri – uri kebudayaan saja, didalam do’a seluruh masyarakat agar desanya dijauhkan dari balak dan marabahaya, baik itu alam semesta hingga wabah penyakit, dan tentunya warga diberikan ketentraman serta diberikan keberkahan dalam hidup.

Kepala Desa Silurah, Suroto mengatakan, Sebelum acara sesaji di suguhkan dan tarian ronggeng dipertunjukkan, malam harinya jajaran perangkat desa beserta tokoh masyarakat desa berjalan mengelilingi kampung sembari berdo’a.
Tradisi mengelilingi kampung pada malam hari / ider – ider dan berdo’a, setelah segenap perangkat desa dan tokoh berkeliling kampung, pagi harinya seluruh warga masyarakat datang dengan membawa makanan khas berkumpul di Pedukuhan Pedati. Namun semenjak dibangun Taman Syailendra kini kegiatan di pusatkan di taman tersebut.
“Kami hanya melakukan tradisi yang dilakukan para leluhur kami, dan tidak boleh dihilangkan tradisi ini, harus di lestarikan hingga kapan pun,Tradisi sedekah bumi di Desa Silurah dilakukan setahun dua kali kalender Jawa yakni di Jumadilawal kegiatan dipusatkan di Gunung Rogo Kusumo dan Legeno di Pusatkan di Taman Syailendra,” ungkap orang nomer satu di jajaran pemerintah Desa Silurah.

Lebih lanjut, Suroto menjelaskan, bahwa pagelaran ronggeng pada Jum’at Kliwon 3 Juni 2022 berbeda dengan tahun sebelumnya, semenjak adanya Taman Syailendra, kegiatan dilakukan di tempat itu guna mengenalkan destinasi wisata peninggalan Syailendra yakni Patung Ganesha kepada masyarakat luas.
“Dengan adanya Taman Syailendra di Desa Silurah, tiap bulan di taman itu juga dilakukan pagelaran kesenian tradisional masyarakat Silurah seperti Kuda Lumping dan Angklung Ganesha serta makanan ringan khas Desa Silurah ,” beber Kepala Desa Silurah.
Kami berharap bersama warga masyarakat, agar kedepan destinasi Peninggalan Syailendra ini benar -benar dikenal tidak hanya oleh wisatawan lokal saja, namun wisatawan mancanegara pun agar bisa datang melihat patung Ganesha secara langsung di desa kami.






