Meriahkan HUT RI ke-80, Desa Ponggang Menggelar Hiburan Wayang Golek

Subang161 Dilihat

Subang, medianasional.id – Pemerintah Desa Ponggang, Kecamatan Serangpanjang , Kabupaten Subang, menggelar Hiburan Wayang Golek dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI, ke-80 , Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus Selamatan Ruwatan Bumi.

Acara yang digelar di halaman kantor desa Ponggang, ini berlangsung meriah dan penuh antusias warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Serangpanjang, Kapolsek Sagalaherang, Kasi Trantib, Babinsa, BPD, para ketua RT/RW, LPM, hingga Ketua MUI Kecamatan Serangpanjang.

Kepala Desa Ponggang, Asep Suryana dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kekompakan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Terimakasih saya ucapkan kepada semua yang telah hadir di acara ini, terimakasih kepada bapak Camat Serangpanjang, yang telah hadir dan ikut mendukung berjalannya acara ini. Terimakasih juga kepada bapak Kapolsek Sagalaherang dan anggotanya, yang telah hadir, ikut dalam menjaga keamanan, dan itu sebagai bukti dukungan serta apresiasi, demi kelancaran dan kenyamanan warga masyarakat dalam menyaksikan hiburan ini,” tuturnya.

“Acara Ruwatan Bumi ini, adalah bukti nyata bahwa semangat persatuan dan kesatuan di Desa Ponggang, masih sangat kuat. Kami berharap, semangat ini terus terjaga dan menjadi modal utama dalam membangun desa yang lebih baik,” ujarnya.

Acara Ruwatan Bumi sekaligus meriahkan HUT RI ke 80, dengan hiburan pada siang harinya kesenian Jaipongan, dan malam harinya Wayang Golek Seni budaya Sunda, yang bernuansa merah putih dan etnik Nusantara.

Tak sedikit pula warga yang memamerkan hasil pertanian lokal sebagai simbol kekayaan desa Ponggang dengan merias panggung dengan hasil bumi desa Ponggang seperti singkong, Pisang dan lainnya.

Ketua BPD Ponggang mengatakan kepada Awak media, “Alhamdulilah acara berlangsung cukup meriah, warga yang ikut memeriahkan acara bersama anak-anaknya, mengaku bangga bisa menyaksikan hiburan siang dan malam seperti kesenian Jaipongan, dan Wayang Golek,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses