Masyarakat di Kecamatan Jangkat Timur Heboh Kedatangan 7 Unit Alat Berat Diduga Untuk Tambang Ilegal

Merangin623 Dilihat

Merangin, Medianasional.id – Suasana masyarakat di kecamatan Jangkat Timur heboh, terhitung setelah lebaran Idul adha sudah 7 unit alat berat menuju ke Desa Koto Tapus, Jumat (13/6/2025).

Dari sosial media Facebook seorang warga Jangkat Timur mengunggah video alat berat melintas di desanya, dengan jarak pergantian malam. Hingga saat ini sudah 7 unit ekskavator diturunkan ke Desa Koto Tapus, diduga kuat alat berat tersebut akan digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal (PETI) di kawasan pedalaman sungai mantung dan sungai duo serta aliran sungainya mengalir ke batang hari kota Jambi.

Informasi dari masyarakat di lokasi menunjukkan sudah ada tujuh unit ekskavator bermerek sany dan satu Hitachi melewati desa Koto Tapus. Salah seorang masyarakat Koto Tapus yang tidak menyebutkan namanya mengaku hanya menerima perintah untuk membawa ekskavator tersebut ke desa koto tapus.

”Lebih tepatnya ke arah pedalaman di sungai duo untuk kerja tambang, tapi lokasi pastinya saya tidak diberi tahu,” ujarnya singkat.

Kedatangan ekskavator ini diduga akan disebar ke beberapa titik aktivitas tambang emas ilegal yang tersebar di Sungai duo, dan kini terindikasi melibatkan aktor-aktor besar dari luar kabupaten Merangin.

“Kalau memang legal, seharusnya jelas siapa pemilik, untuk lokasi mana, dan izin operasinya seperti apa. Ini kan tidak ada penjelasan. Kami sebagai warga justru khawatir akan terjadi kerusakan hutan dan konflik sosial di pedalaman,” ungkap seorang tokoh masyarakat di Jangkat Timur yang minta identitasnya disamarkan.

PETI (Pertambangan Tanpa Izin) telah menjadi salah satu penyebab utama rusaknya kawasan hutan di sungai duo dan sungai mantung serta daerah aliran sungai (DAS) di sungai duo.

“Ekskavator ini adalah indikator jelas bahwa tambang ilegal kini semakin dimodernisasi. Dulu hanya pakai dulang, sekarang alat berat. Artinya ada modal besar dan aktor kuat di belakangnya,” kata peneliti dan aktivis lingkungan di kabupaten Merangin.

Warga dan aktivis mendesak agar pemerintah provinsi maupun pusat segera turun tangan. Investigasi menyeluruh terhadap pemilik alat berat, asal modal, serta lokasi tujuan penggunaannya wajib dilakukan. Jika tidak, kekayaan alam kabupaten Merangin akan terus terkuras oleh kepentingan gelap tanpa kontribusi apa pun bagi masyarakat lokal kecuali kerusakan.

“Jangan sampai merangin ini jadi ladang rampokan elite tambang. Kalau negara hadir, buktikan sekarang,” tegasnya.

Medianasiona.id akan terus menelusuri jejak distribusi ekskavator ini serta mengungkap jaringan aktor dibaliknya. Publik berhak tahu siapa yang bermain di balik aktivitas tambang ilegal di tanah Merangin, dan siapa yang diam ketika alam digerus demi keuntungan segelintir orang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses