Masuk Fase Kritis, Petani Tembakau di Kendal Waswas Hujan Datang, Panen Berkualitas Jadi Taruhan

KENDAL –medianasional.id- Harapan petani tembakau di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, kini bertumpu pada dua hal, yakni cuaca yang bersahabat dan kualitas daun yang terus dijaga.

Memasuki fase perawatan paling krusial, mereka berpacu dengan waktu agar mendapatkan kualitas tembakau terbaik sehingga hasil panen bisa menembus harga Rp70.000 per kilogram, di tengah tingginya biaya produksi dan cuaca yang sulit diprediksi.

Di sejumlah lahan pertanian, tanaman tembakau berusia sekitar 30–45 hari tampak tumbuh subur. Daunnya mulai melebar dengan batang yang semakin kokoh.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, petani harus meningkatkan intensitas perawatan karena fase ini menjadi penentu kualitas daun yang akan menentukan harga jual saat panen.
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penyiraman, penyiangan gulma, pemupukan secara terukur, hingga penyemprotan pestisida untuk menjaga tanaman tetap sehat dari serangan hama dan penyakit.

Sebagian petani juga mulai melakukan perempelan atau pemangkasan tunas samping agar nutrisi tanaman terpusat pada daun utama sehingga menghasilkan daun yang lebih lebar, tebal, dan berkualitas.

Petani tembakau Desa Kebonagung, Nadhir Akhmad, menuturkan keberhasilan panen tidak hanya ditentukan oleh usia tanaman, tetapi juga konsistensi perawatan selama masa pertumbuhan.

“Sekarang ini masa paling krusial. Kalau perawatan dilakukan dengan benar, daun akan tumbuh lebar, tidak mudah rusak, dan kualitasnya jauh lebih baik saat panen nanti,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Tantangan Cuaca

Menurutnya, tantangan terbesar musim tanam tahun ini datang dari kondisi cuaca yang berubah-ubah. Pergantian antara panas dan hujan berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman sekaligus memicu munculnya hama dan penyakit yang dapat menurunkan mutu daun tembakau.

Karena itu, petani berharap memasuki Agustus hingga masa panen nanti cuaca cenderung cerah agar kualitas daun tetap terjaga dan proses pengeringan dapat berlangsung optimal.

“Harapan kami mulai Agustus sampai panen selesai tidak turun hujan sehingga kualitas daun tetap terjaga dan proses pengeringan berjalan maksimal,” ujarnya.

Selain berharap cuaca mendukung, petani juga menantikan harga jual yang mampu menutup biaya produksi yang terus meningkat.

Menurut Nadhir, harga sekitar Rp70.000 per kilogram menjadi target yang diharapkan dapat memberikan keuntungan yang layak bagi petani.

“Kami berharap harga tembakau bisa mencapai Rp70.000 per kilogram sehingga sebanding dengan biaya perawatan yang sudah dikeluarkan petani,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Kebonagung, Muhtadi, mengatakan tembakau masih menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat setempat yang menopang perekonomian warga saat musim panen.

Ia berharap kondisi cuaca tetap bersahabat hingga akhir musim tanam sehingga produksi dan kualitas tembakau Kebonagung meningkat serta mampu mendongkrak pendapatan petani di Kecamatan Ngampel.

“Kami berharap kondisi cuaca mendukung hingga masa panen sehingga produksi dan kualitas tembakau Kebonagung meningkat serta dapat mendukung pendapatan petani di Kecamatan Ngampel,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses