Mabes Polri Diserang Dari Dalam, Siapa Bertanggungjawab?

421 views

 

Jakarta, Medianasional.id – Serangan teroris dari dalam Mabes Polri adalah pukulan telak yang sangat memalukan bagi jajaran kepolisian. Tapi anehnya, hingga kini tidak ada tindakan tegas dari Mabes Polri tentang siapa pejabat kepolisian yang bertanggungjawab terhadap kebobolan itu.

Demikian ungkapan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane kepada media.

Lolosnya teroris ke jantung markas besar Polri, menurunya tak lepas dari kecerobohan jajaran kepolisian dalam menjaga dan menjalankan sistem keamanan di markas besarnya. Meski sistem keamanan di Mabas Polri sebenarnya sudah cukup baik, namun konsistensi dalam menerapkan protokol keamanan yang tidak ada dan petugas penjaga cenderung ceroboh, sehingga teroris terbiarkan lolos dan melakukan serangan dari dalam.

Apa yg terjadi di mabes polri itu adalah pukulan telak buat kapolri Sigit yang baru menjabat. Di saat Sigit sibuk konsolidasi ke berbagai eksternal kepolisian, markas besarnya justru kebobolan diserang teroris dari dalam.

“Ironisnya, hingga kini tidak ada tindakan tegas yg dilakukan kapolri terhadap bobolnya sistem keamanan Mabes polri itu. Terbukti hingga kini tidak ada satu pun aparaturnya yg ditindak. Siapa pejabat polri yg harus bertanggungjawab atas bobolnya sistem keamanan Mabes Polri itu pun menjadi tidak jelas. Seolah kebobolan markas besar polri itu dari serangan teroris adalah hal biasa saja,” pampang Neta.

Padahal menurutnya, dengan terjadinya serangan teroris di Mabes Polri itu akan membuat publik menjadi krisis kepercayaan terhadap kepolisian.

“Publik akan bertanya, bagaimana polisi bisa menjaga dan melindungi masyarakat dari serangan teroris, wong menjaga markas besarnya saja tidak mampu. Sebab itu Polri perlu mengkonsolidasikan diri dan menindak aparaturnya yang ceroboh agar kepercayaan publik tetap terbangun pada Polri,” pungkasnya.

Penulis: Rap Turnips

Jakarta terorisme

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.