YOGYAKARTA, medianasional.id – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa bakti 2026-2031 di Bangsal Kepatihan, Kompleks Pemda DIY, Minggu (13/9/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Jusuf Kalla meminta pengurus baru menjalankan amanah kemanusiaan sesuai prinsip-prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Jusuf Kalla menegaskan, PMI tidak hanya berperan dalam penanganan bencana, tetapi juga harus mengedepankan upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana.
“Kerja kemanusiaan harus dilakukan sebaik-baiknya karena merupakan amal dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Jusuf Kalla.
Menurutnya, pengalaman PMI dalam menangani berbagai bencana, termasuk gempa bumi Yogyakarta 2006 dan erupsi Merapi 2010, menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat.
PMI juga memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara masyarakat yang memberikan bantuan dengan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Sementara itu, Gubernur DIY melalui sambutan yang dibacakan Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, menyebut DIY memiliki risiko kebencanaan yang kompleks, mulai gempa bumi, aktivitas vulkanik, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga kedaruratan kesehatan dan sosial.
Karena itu, PMI DIY didorong memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat, kapasitas relawan, sistem komunikasi kedaruratan, pengelolaan logistik, pendidikan kebencanaan serta pemanfaatan teknologi.
“Dengan demikian PMI dapat bergerak cepat, tepat, terkoordinasi, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan Gubernur DIY.
Selain penanggulangan bencana, PMI DIY juga diminta terus meningkatkan pelayanan darah, terutama dalam memastikan ketersediaan darah yang aman, bermutu, berkelanjutan, dan mudah diakses masyarakat.
GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi kembali dipercaya sebagai Ketua PMI DIY periode 2026-2031. Ia mengatakan kepengurusan baru telah disusun tim formatur dan mendapatkan pengesahan dari PMI Pusat.
Gusti Prabu berharap seluruh pengurus mampu menjalankan amanah dengan mengedepankan kejujuran, profesionalisme dan akuntabilitas. Menurutnya, perubahan iklim, krisis bencana, dan kedaruratan kesehatan menjadi tantangan yang membutuhkan kemampuan beradaptasi serta kolaborasi lintas sektor.
“Kemampuan mengelola perubahan dan beradaptasi adalah kunci dalam menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, PMI DIY menargetkan penguatan kapasitas organisasi, relawan, kemitraan dan pelayanan kemanusiaan agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(red).






