Lima Hari, 40 Enumerator Tuntaskan Penilaian 1.000 Rumah di Bantul, Temukan Rumah Tanpa Tulangan

Uncategorized491 Dilihat

BANTUL – Penilaian awal kerentanan bangunan di Kabupaten Bantul telah rampung setelah berlangsung selama lima hari, pada 11–15 September 2026. Sekitar 40 enumerator dari BPBD Bantul, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan penilaian lapangan dilakukan di 17 kapanewon di Kabupaten Bantul dengan sasaran sekitar 1.000 rumah satu lantai.

Sebelumnya, kegiatan diawali dengan bimbingan teknis (bimtek) yang berlangsung pada 8–10 September 2026 di Ruang Rapat Khusus Gedung Ar. Fachrudin Lantai 5 UMY, Jalan Brawijaya, Kasihan, Bantul. Bimtek tersebut menjadi pembekalan bagi para enumerator sebelum turun melakukan penilaian langsung di lapangan.

Dari proses penilaian selama lima hari, enumerator menemukan sejumlah kondisi bangunan dan lingkungan yang perlu menjadi perhatian. Salah satunya masih ditemukan beberapa rumah yang belum menggunakan tulangan pada konstruksinya.

Selain itu, terdapat rumah yang berada di lokasi dengan kondisi tanah bergerak, berada di bawah tebing yang berpotensi terdampak longsor, berhimpitan dengan bangunan lain, hingga berada di tepi sungai yang memiliki riwayat terdampak banjir.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dari data lapangan untuk menggambarkan kondisi kerentanan bangunan dan lingkungan tempat tinggal masyarakat di Kabupaten Bantul.

Tim pendamping, Yohana dan Aini, mengapresiasi semangat serta kekompakan seluruh enumerator selama pelaksanaan kegiatan.

“Alhamdulillah hari ke-5 penilaian sudah kita lewati bersama. Terima kasih Bapak, Ibu, dan adik-adik mahasiswa UMY atas semangat dan dedikasinya yang luar biasa,” ujar Yohana dan Aini.

Keduanya juga mengapresiasi kolaborasi antara BPBD, relawan FPRB, dan mahasiswa UMY yang dinilai mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai komitmen yang telah dibuat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Yulius Suharta, berharap data yang berhasil dihimpun dapat dimanfaatkan sebagai bahan tindak lanjut mitigasi risiko bencana.

“Terima kasih Bapak Ibu atas partisipasinya. Semoga menjadi hasil data yang bisa dipakai sebagai tindak lanjut dalam mitigasi risiko bencana infrastruktur rumah yang ada di wilayah Kabupaten Bantul,” kata Yulius.

Data hasil penilaian tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan untuk mengetahui kondisi kerentanan bangunan sekaligus mendukung penyusunan langkah tindak lanjut dalam mengurangi risiko bencana di Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, relawan, dan kalangan akademisi dalam membangun data kebencanaan serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. (Red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses