Lansia Sehat, Mandiri, dan Tetap Produktif

Artikel1508 Dilihat

Denpasar, medianasional.id – Menjaga kesehatan di usia lanjut bukan hanya soal berobat ketika sakit. Pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang sesuai, serta kemampuan mengelola keuangan juga menjadi bagian penting agar lansia dapat tetap aktif dan mandiri. Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama Karang Lansia Vaisnava Seva Sanga yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif dan antusias. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, Denpasar, sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.

Karang Lansia Vaisnava Seva Sanga merupakan komunitas yang menghadapi berbagai tantangan, baik dalam aspek kesehatan maupun ekonomi. Dari sisi kesehatan, bertambahnya usia dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan obesitas. Pola makan yang kurang seimbang, kurangnya aktivitas fisik, serta keterbatasan pengetahuan mengenai kesehatan turut memengaruhi kondisi tersebut.

Persoalan lansia juga berkaitan dengan aspek ekonomi. Sebagian lansia masih bergantung pada keluarga dan membutuhkan penguatan pengetahuan dalam mengelola keuangan rumah tangga maupun mengembangkan kegiatan produktif sederhana.

Melihat kondisi tersebut, kegiatan PkM ini mengusung pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas yang menggabungkan aspek kesehatan dan kemandirian ekonomi. Tujuannya adalah membantu lansia memperoleh pengetahuan yang praktis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi Kesehatan yang Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Salah satu kegiatan utama adalah edukasi mengenai pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis, terutama penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga peserta dapat lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali faktor-faktor yang dapat memperburuk kondisi penyakit. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pola hidup sehat dan pilihan makanan yang ekonomis.

Pesan yang ditekankan adalah bahwa makanan sehat tidak selalu harus mahal. Pangan lokal yang mudah diperoleh dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus membantu mengendalikan pengeluaran rumah tangga.

Selain itu, peserta diberikan edukasi mengenai aktivitas fisik sederhana yang sesuai dengan kondisi lansia. Aktivitas fisik diperkenalkan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari untuk membantu menjaga kebugaran, mempertahankan kemampuan fungsional, serta mendukung pengelolaan penyakit kronis. Aspek ekonomi turut mendapat perhatian. Peserta memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga sederhana serta peluang kegiatan produktif, seperti pengolahan makanan sehat yang berpotensi memiliki nilai jual.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mengajak lansia untuk lebih memperhatikan kesehatan, tetapi juga mendorong mereka untuk membangun kemandirian dalam mengelola kehidupan sehari-hari.

Lansia Aktif dalam Kegiatan

Pendekatan partisipatif menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Lansia tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dilibatkan secara aktif melalui diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman selama kegiatan berlangsung. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan permasalahan yang mereka hadapi dalam menjaga kesehatan maupun mengelola kebutuhan rumah tangga. Hal tersebut membuat materi edukasi dapat dikaitkan secara langsung dengan kondisi dan kehidupan sehari-hari peserta.

Keterlibatan aktif peserta diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan kebiasaan secara bertahap. Pengetahuan mengenai kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, dan pengelolaan keuangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi tim PkM Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan yang menggabungkan kesehatan dan kemandirian ekonomi dinilai penting karena keduanya saling berkaitan dalam membangun kehidupan lansia yang lebih berkualitas.

Pada akhirnya, menjadi sehat di usia lanjut bukan hanya berarti terhindar dari penyakit. Lansia juga perlu memiliki kesempatan untuk tetap aktif, mampu menjaga dirinya, mengelola kehidupan rumah tangga, serta berkontribusi di lingkungan komunitas. Melalui kegiatan bersama Karang Lansia Vaisnava Seva Sanga ini, diharapkan tumbuh komunitas lansia yang lebih sehat, aktif, mandiri, dan tetap produktif, sehingga masa lanjut usia dapat dijalani dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses