Kurangnya Perhatian, Begini Nasib Fauzi Pelari Maraton Asal Durenombo Subah

Batang608 Dilihat


Batang, medianasional.id
Dengan bermodalkan tekad bulat ingin mendarmabhaktikan dirinya untuk olahraga lari marathon, Ahmad Fauzi pria asal Desa Durenombo, Dukuh Gepret RT04/RW 01 Kecamatan Subah, Kabupaten Batang itu terus giat melakukan Warming up di sekitar wilayah Subah.

Putera pertama pasangan Abdul Rochim dengan Ibu So’emi telah berhasil menyabet puluhan trophy dari berbagai event, berawal dari mengikuti lomba lari 10 Kilometer pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Subah, pria ini berhasil meraih juara pertama, tiga kali berturut – turut dari tahun 2007, 2008 dan 2009.

Berawal dari lomba HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, Fauzi terus mengikuti kejuaran lainya seperti, pada tahun 2011 sampai 2013 meraih juara pertama pada lomba lari peringatan Hari Jadi Kabupaten Batang, 10 K.

Terus berlanjut pada, Pekan Olah Raga Wilayah Kedu, Pekalongan, dan Banyumas (Porwil Dulongmas ) di Banyumas lomba 5 ribu meter meraih Medali Perak tahun 2011, dan pada lari 10 Kilometer meraih medali perunggu.

Pada tahun 2012 mengikuti lomba lari 3000 meter pada tes event se Jawa Tengah di Kabupaten Kendal dengan meraih medali perak.

Pada hari jadi Kota Tegal ke 436 tahun, Tahun 2016 meraih juara tiga, lomba lari 5 Kilometer, pada HUT Kabupaten Pekalongan tahun 2016 meraih juara satu lomba lari 5 kilometer.

Selanjutnya, Tahun 2017 mengikuti lomba lari 5 kilometer meraih juara pertama, di hari jadi Kabupaten Pekalongan. Dan tahun 2017 lomba lari 5 Kilometer pada event Wali Kota Cup, Hari Jadi Kota Pekalongan ke 111 meraih juara dua tingkat umum.

Event besar, yang di ikuti clup lari se Indonesia pada tahun 2018 lomba lari Lintas Alam Trail Run 2018 di Petung Kriyono Kabupaten Pekalongan berhasil menyabet juara pertama dengan jarak tempuh 21 kilometer.

Saat di tanya di rumah tinggalnya sebelum melakukan warming up untuk persiapan pra prov Jateng yang akan digelar pada bulan November 2021, Fauzi mengatakan, latihan ini saya lakukan paling rute Gepret – Durensari dan memutar ke Pecalungan – Subah. Sengaja medan naik turun untuk melatih fisik, karena adanya pandemi cocid -19 tidak pernah mengikuti perlombaan, walaupun latihan mandiri terus kita lakukan rutin Selasa, (05/10/2021).

” Walupun kesehariannya sebagai buruh serabutan, tapi tidak masalah. Biarkan orang nyinyir ngatain saya pelari kok kerjanya mproyek / kenek tukang, tidak masalah, ” paparnya. Aslinya didalam hatinya menahan rasa, ungkap Fauzi

Banyak trophy yang rusak dan sudah tidak terawat, Pria kelahiran 3 Mei1990 silam itu tetap semangat, dengan mempersiapkan sepatu butut, dan kaos oblong yang masih tersisa, dia optimis akan lolos seleksi walau mandiri.

Ia berharap, ada dukungan moril seluruh warga masyarakat Kabupaten Batang, dan materiil dari hamba Allah SWT untuk membantu kelancaran hobinya.

#PujiLeksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses