Maluku, Medianasional.id- Wakil Ketua 3 Bidang Pemenangan Pemilu Partai Buruh Ir. Ruben Setiawan, mengungkapka, kekecewaannya terhadap situasi internal partai yang dinilai tidak lagi berjalan sesuai visi, misi, dan 13 platform yang selama ini dijunjung.
Dalam keterangannya, di Jalan Cendrawasih, Soya Kecil, Kota Ambon, pada Rabu (13/11/24), Setiawan menyebut bahwa, prinsip demokrasi yang dipegang Partai Buruh telah dilanggar, termasuk adanya kepemimpinan yang otoriter dari pimpinan pusat.
“Kami merasa ada hal-hal yang tidak sesuai dengan semangat organisasi, terutama dalam penerapan prinsip demokrasi yang mengedepankan musyawarah untuk mufakat,” ujarnya.
Wakil Sekretaris III EXCO Provinsi Maluku, Nevi Pesurnay, SE, turut mengomentari situasi ini. Ia menegaskan bahwa, Partai Buruh seharusnya berlandaskan kolektivitas, namun kepemimpinan saat ini dinilai kurang mengakomodasi keputusan bersama. Menurutnya, keputusan partai seharusnya merupakan hasil musyawarah, bukan keputusan individu.
“Kepemimpinan yang seharusnya bersifat kolektif kini lebih banyak terkesan sebagai kepemimpinan individu,” tambah Nevi.
Terkait Pilkada yang akan datang, Nevi menegaskan bahwa, keputusan untuk mendukung calon kepala daerah diserahkan pada preferensi masing-masing individu. Menurutnya, sikap kolektif tidak lagi ada, sehingga setiap anggota bebas menentukan dukungannya secara pribadi.
“Keputusan kami hari ini untuk tidak mendukung secara kolektif satu calon kepala daerah adalah bentuk klarifikasi kepada masyarakat bahwa, tidak ada satu pihak pun yang bisa mengklaim dukungan kolektif dari kami yang telah memutuskan untuk keluar dari Partai Buruh,” ujarnya.
Selain itu, Nevi menggarisbawahi pentingnya nilai Pela Gandong, yang mencerminkan prinsip gotong royong dan kebersamaan dalam budaya Maluku. Ia berharap, DPP Partai Buruh dapat mengedepankan nilai-nilai ini dalam kepemimpinan.
Nevi juga menyampaikan harapannya kepada Pak Hadi Mairuhu, anggota DPRD Kota Ambon dari Komisi III, untuk dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dan memperjuangkan hak-hak buruh di Kota Ambon, khususnya di tengah permasalahan internal yang sedang dihadapi oleh Partai Buruh.
“Harapan kami, agar Partai Buruh ke depan bisa kembali pada tujuan awal, yakni memperjuangkan hak-hak buruh dan karyawan. Kami berharap, siapapun pemimpin ke depan, ia harus mampu menjaga marwah perjuangan partai ini,” tutup Nevi.






