Kampar, medianasional.id – Kondisi Gedung Mahligai Bungsu yang dikelola oleh Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kampar kini menjadi sorotan. Gedung dua tingkat yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Bangkinang Kota—tepat di depan Taman Bangkinang Kota—tersebut terkesan kumuh dan diduga tidak terawat dengan baik.
Berdasarkan investigasi di lapangan pada Jumat (25/9/2026), ditemukan sejumlah kerusakan fasilitas yang cukup mencolok. Cat pada dinding gedung tampak sudah pudar, plafon atau loteng di beberapa titik terlihat hancur, serta beberapa fasilitas toilet (WC) sudah tidak dapat difungsikan lagi.
Kondisi ini dinilai kontras dengan intensitas pemanfaatan gedung yang bernilai komersial. Lantai satu gedung ini kerap disewa oleh masyarakat untuk acara resepsi pernikahan dengan intensitas rata – rata mencapai enam kali dalam sebulan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kabupaten Kampar, Yohanes Purwoko, M.Si., memberikan klarifikasi resmi mengenai pengelolaan dan retribusi gedung tersebut.
“Biaya sewa Gedung Mahligai Bungsu untuk kegiatan pesta pernikahan adalah sebesar Rp. 2.500.000 per hari atau per kegiatan,” kata Yohanes saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp. Jum’at, (25/09/26)
Kemudian Yohanes menegaskan, bahwa seluruh proses transaksi sewa dilakukan secara transparan dan resmi melalui permohonan masyarakat. Alur pembayaran langsung disetorkan oleh penyewa ke Rekening Kas Umum Daerah Kabupaten Kampar atau melalui Bendahara Penerimaan Setda Kampar sesuai mekanisme retribusi daerah.
Terkait minimnya perawatan, Yohanes menjelaskan bahwa lembaga nya tidak memiliki wewenang langsung untuk menggunakan uang sewa tersebut untuk perbaikan.
“Seluruh pendapatan dari sewa telah disetorkan ke Kas Daerah sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kampar,” tambahnya.
Pihak Bagian Perekonomian sendiri mengaku baru menerima amanah untuk mengelola gedung ini sekitar tiga bulan yang lalu. Mengetahui adanya kerusakan pada plafon dan toilet, Yohanes menyatakan telah berkoordinasi dan melaporkan masalah ini ke Bagian Umum Setda Kampar.
Mengenai kepastian waktu perbaikan atau rehabilitasi fisik gedung mewah tersebut, pihak pengelola saat ini masih menunggu instruksi dan tindak lanjut dari dinas teknis terkait,” ujar Yohanes.






