
Lampung Selatan, Medianasional.id –Ketujuh Kalinya Anjaw Silaw Saibatin Marga Dantaran adat Senibudaya dan pariwisata berkolaborasi di Wisata Pantai Batu Putih Bahari desa Ketapang Kecamatan Ketapang kabupaten Lampung Selatan. Sabtu (18/09/2021)
Dalam acara prosesi anjaw silaw turut hadir YM Ahmad Fajirin Pangeran Naga Bringsang V Marga Dantaran dan Erna Wati Ratu Junjungan adalah Ibu Kandung Pangeran H.Ahmad Fitoni Hasan, DPRD Provinsi Lampung dari Faksi PAN, Bambang Irawan, DPRD Lampung Sekatan dari Faksi Partai Gerindra, Kapolsek Penengahan Polres Lampung Selatan, Koramil 0421 Penenengahan/Kodim 0421 Lampung Selatan, Empat Paksi (Paksi Tiyuh, Kunyayan, Deduk, Ruguk dan Sumur), Penyimbang, Pungawa pinak bay’an, kerabat Isi Lamban Balak, Hamsim Kades Ketapang, Pokdarwis wisata pantai batu putih bahari desa ketapang serta Mangku-mangku kerabat tokoh Bali, PT.CCM.
DPRD Provinsi Lampung H. Ahmad Fitoni Hasan dari Faksi PAN (Partai Amanat Nasional) kedua kalinya menghadiri anjau silau sebagai bentuk kepeduliannya mengangkat Adat Saibatin Marga Dantaran dan Adat istiadat suku yang ada di Lampung berklobarasi membangun kawasan Pariwisata, seni budaya agar lebih maju ke depan.
“Adat harus terjun ke Politik dan sesuai prosudur, harapan saya dan kita semuanya yang terlibat tidak usah ragu-ragu untuk berdiskusi masalah dengan saya, karena sesuai sila ke 2 Pancasila, bahwa adat ada kedudukannya yang harus kita junjung tinggi. Dan saya manusia tidak punya upaya, tanpa kita semua tolong menolong antara suku dalam adat istiadat. Mari kita besarkan Marga Dantaran dan kita kembangkan sektor menjadi wisata Nasional dan Internasional pariwisata Adat senibudaya yang ada di marga Dantaran di empat kecamatan yaitu Penengahan, Bakauheni, Ketapang dan Sragi,” ungkap H.Ahmad Fitoni Hasan.
YM Ahmad Fajirin Pangeran Naga Bringsang V Marga Dantaran menyampaikan di acara anjau silaw.
“Secara Geografis Marga Dantaran sangat luas, berdasarkan pusaka di tulis di tanduk tulisan kulak dan kuningan sari serta tertulis tersurat wilayah Marga Dantaran, Pulau Sangiang di belah dua, terus ke Babeluk naik ke Tanjung Ayun -ayun, terus ke hutan larangan di Kekakhik Bidak, terus ke Way Semujud Turun ke Sungai Asahan dan ke Tanjung Purung. Sampai ke Pulau Sangiang. Dan juga di peta Lampung Resedente 1930 tertulis wilayah Geografis Marga Dantaran, Saibatin artinya satu jadi wilayah marga dantaran dipimpin satu saibatin ialah saya. Dan kita tidak memandang suku atau agama, kita adalah satu keluarga di wilayah marga dantaran mari kita semua bangun Wilayah marga dantaran,” terang Ahmad Fajirin.

Berkat kerja sama semua unsur terkait yang terlibat dari Paksi Tiyuh Karya Bukri Paksi Tukkok, Paksi Deduk Pisang, Paksi Ruguk Khoirul dan Paksi Sumur, Rusland Temunggung Tukkok Podang, Pokdarwis wisata Pantai Batu putih, Bahari, Hamsim Kepala Desa Ketapang, Pungawa Marga Dantaran, prosesi anjau silaw pun bisa terlaksana dengan baik dimeriahkan Pecak Lampung tari melayu atau bedana, Pencak Silat Punggawa Sumur Marga Dantaran, Tari Sembah Sumur Marga Dantaran, Kenunganan Burung Iking, Gambus tunggal, Perguruan Pencak Silat Maung Sakti dan Topeng Adat Lampung Marga Dantaran. (Amin Padri)






