Lampung Barat, medianasional.id – Terkait pemberitaan di salah satu media online menyebutkan bahwa beberapa petani mengeluhkan Produksi Kopi di Lampung Barat terancam menurun akibat cuaca ekstrem.
Ketua Dewan Kopi Indonesia (Dekopi) Lampung Drs. H. Mukhlis Basri tidak sependapat dengan ucapan petani Ismail dan Sumarlin.
“Saya tidak setuju kalau menurunnya produksi kopi pengaruh cuaca Ekstrim. Buktinya beberapa petani yang sudah memperlakukan tanaman kopi dengan baik hasil panennya stabil setiap tahun”, ungkap Mukhlis Basri.
Apa yang disampaikan Mukhlis Basri Anggota DPR RI Dapil Lampung I Lampung itupun diamini oleh Mang Encak Petani dan Barista asal Lampung Barat, sembari berbagi video terkait hal tersebut.
“Betul ini semua bisa diatasi dengan cara tepat sasaran tepat guna tepat waktu dalam pemeliharaan kopi. Kami sudah membuktikan 4 tahun ini buah stabil tidak kurang dari 3 ton biji kering/Ha walau belum maksimal,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Ismail salah satu petani kopi di Pekon (Desa) Kota Besi, Kecamatan Batu Brak menyampaikan, akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir berpengaruh terhadap proses pembuahan kopi mulai dari kembangnya hingga menjadi buah, sedangkan sejak akhir tahun 2022 intensitas hujan di wilayahnya sangat tinggi sehingga kembangnya rontok.
Ismail membandingkan, hasil produksi kopi pada tahun 2022 mencapai 1 ton, kemungkinan pada tahun 2023 hasil produksi kopi hanya sekitar kurang lebih 300-400 Kg, sehingga penurunan produksi kopi mencapai 60 hingga 70 persen pada musim panen tahun 2023.






