Brebes, medianasional.id – Kondisi ruas jalan nasional di wilayah Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, khususnya di sekitar Flyover Kretek, dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan. Jalan yang sempit, minim penerangan, serta kurangnya fasilitas pendukung keselamatan disebut menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Keselamatan Flyover Kretek, Dedi Ajnjar Priyanto, S.E., saat ditemui awak media di Cafe Kopi Kalker, Jalan Lingkar Bumiayu, Senin (11/5/2026).
Dalam keterangannya, Dedi menegaskan bahwa kondisi jalur nasional di kawasan Flyover Kretek sudah sangat mendesak untuk segera mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Menurutnya, jalan yang ada saat ini tidak lagi mampu menampung tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari, terutama kendaraan besar seperti truk pengangkut barang. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya fasilitas keselamatan di sepanjang jalur.
“Kami tegaskan, sudah banyak kecelakaan yang terjadi di jalur ini, bahkan menimbulkan korban luka berat hingga meninggal dunia. Penyebab utamanya adalah kondisi jalan yang sempit dan fasilitas keselamatan yang sangat minim,” ujar Dedi.
Sebagai bentuk keseriusan, AMPK telah melayangkan surat resmi bernomor 001/AMPK-FO/V/2026 tertanggal 9 Mei 2026 kepada Ketua PPK 1.4 Jawa Tengah. Surat tersebut juga ditembuskan ke sejumlah instansi terkait, termasuk Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Marga Pusat hingga Presiden Republik Indonesia.
Dalam surat itu, AMPK mengajukan empat tuntutan utama yang dianggap mendesak demi keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.
Penebangan Pohon di Jalur Penyelamat
AMPK meminta dilakukan pemangkasan hingga penebangan pohon-pohon yang dinilai mengganggu pandangan pengemudi di jalur penyelamat Flyover Kretek. Selain menutupi rambu lalu lintas, pohon yang terlalu rimbun juga dikhawatirkan tumbang saat hujan deras dan angin kencang.
Pelebaran dan Pengecoran Jalan Nasional
Poin utama yang menjadi tuntutan adalah pelebaran jalan nasional di kawasan Flyover Kretek. Menurut Dedi, sempitnya badan jalan menjadi faktor utama kecelakaan karena kendaraan besar sulit berpapasan dengan aman.
Selain pelebaran, pihaknya juga meminta dilakukan pengecoran ulang secara menyeluruh untuk memperkuat struktur jalan dan meningkatkan keamanan pengguna jalan.
Pemasangan Lampu Penerangan dan CCTV
Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal. Karena itu, AMPK mendesak pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) dan CCTV di seluruh area Flyover Kretek.
“Penerangan dan CCTV sangat penting untuk memantau arus lalu lintas sekaligus membantu penanganan jika terjadi kecelakaan maupun tindak kriminal,” katanya.
Pembangunan Halte Bus di Depan SMPN 1 Paguyangan
AMPK juga menyoroti keselamatan para pelajar di depan SMP Negeri 1 Paguyangan. Hingga saat ini belum tersedia halte bagi siswa yang menunggu kendaraan umum di jalur nasional tersebut.
Menurut Dedi, kondisi itu sangat membahayakan karena para siswa harus naik dan turun kendaraan tepat di pinggir jalan yang sempit dan padat kendaraan.
“Kami berharap pemerintah segera membangun halte permanen yang aman dan layak demi keselamatan para pelajar,” tambahnya.
AMPK berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menangani persoalan keselamatan di kawasan Flyover Kretek sebelum kembali menimbulkan korban jiwa. (Andi)





