
Batang, medianasional.id
Orang nomer satu di pemerintah Kabupaten Batang, Wihaji, mencanangkan Bandar dari 15 Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah sebagai Kota Pendidikan. Hal tersebut diungkapkan Wihaji ketika menerima rombongan Pondok Modern Tazakka di Kantor Bupati setempat, Senin (21/6/2021).
Rombongan terdiri dari Pimpinan Pondok KH. Anang Rikza Masyhadi dan KH. M. Bisri, Ketua dan Wakil Ketua Yayasan H. Anta Masyhadi dan H. Teguh Suhardi, Sekretaris Yayasan Edi Buana, Anggota Dewan Penyantun H. Agung Wisnu Bharata, Divisi Hukum dan Advokasi H. Sauki, Divisi Pembangunan H. Ariston dan Kepala Bagian Pemeliharaan Aset Wakaf Doni Setiadi.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Pondok Tazakka KH. Anizar Masyhadi menyampaikan beberapa hal diantaranya berharap agar Kota Bandar dijadikan kawasan khusus pendidikan, karena telah ada Pondok Pesantren Tazakka, SMK NU dan Universitas Diponegoro.
“Saya yakin kawasan sekitar situ ke depan akan tumbuh menjadi kawasan pendidikan, apalagi sudah ada Undip, sebentar lagi Insyaallah akan dibangun Perguruan Tinggi Tazakka, sehingga kalau sudah begitu sebentar lagi akan masuk perguruan tinggi swasta lain di sekitarnya, Apalagi di daerah atas Bandar telah tumbuh menjadi kawasan wisata alam yang eksotik, cocok dengan pendidikan yang tumbuh di daerah bawah, maka jangan ada industri atau kegiatan usaha yang bertentangan dengan dua hal di atas.
Kiai Anang juga menyampaikan bahwa gelombang industrialisasi yang masuk ke Batang melalui pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang harus diimbangi dengan penguatan dalam kehidupan keagamaan, moralitas dan pendidikan. Pemerintah Kabupaten Batang perlu membuat strategi yang komprehensif guna mengantisipasi dampak dari industrialisasi itu dengan melibatkan para ulama dan tokoh-tokoh pendidikan.
“Kabupaten Batang hari ini dan ke depan akan menjadi destinasi investasi dunia industri baik skala nasional maupun internasional, namun kita berharap Batang juga menjadi destinasi pendidikan baik dalam skala nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Politisi Partai Golkar yang kini menjadi Bupati Batang sangat mengapresiasi pertemuan singkat yang dinilai sangat produktif, dalam pertemuan tersebut berdiskusi mengenai perkembangan kemajuan Kabupaten Batang kedepan.
Sesuai dengan program pemetaan pembangunan di Kabupaten Batang kedepan, tidak terlalu berlebihan kalau Kecamatan Bandar dicanangkan sebagai Kota Pendidikan.
“Saya berkomitmen untuk mengawal proses industrialisasi di Batang dengan menguatkan aspek kehidupan keagamaan, moralitas dan pendidikan. Jadi industri akan di fokuskan dikawasan timur dan pantura,” Ungkapnya.
Ditempat yang sama, H. Teguh Suhardi menyampaikan harapannya kepada Bupati agar pembinaan dan pemberdayaan UMKM, yaitu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), terus ditingkatkan. Hal ini juga dalam rangka mengimbangi arus industrialisasi. Ia dan jajarannya tengah gencar melakukan pelatihan-pelatihan skil UMKM dan pemberdayaan mereka melalui berbagai pendekatan.
Demikian pula dengan Lazis Tazakka, gerakan pemberdayaan itu pun dilakukan. Kedelapan asnaf mustahik, oleh Lazis Tazakka didekati melalui empat program, yaitu: pendidikan, kesehatan, ekonomi dan dakwah sosial.
“ Dengan program ini, dapat membantu modal para pelaku UMKM dan sekaligus memberikan pelatihan termasuk saat ini lebih dari 120 suplier bahan baku makanan dan jajanan yang ikut mensuplai kebutuhan pondok, juga sekitar 50an pekerja tetap pondok dan 30an orang pekerja bangunan,” Pungkasnya.
#PujiLeksono






