Isu Jalan Perusahaan Dikaitkan Rencana Penambangan di Tunggulsari, Bos PT Ayaka Jaya Prima Buka Suara: “Saya Tolak, Tidak Izinkan”

KENDAL–MEDIANASIONAL.ID- Pimpinan PT Ayaka Jaya Prima, Agus Siswanto, menegaskan penolakannya terhadap isu yang menyebut jalan perusahaan akan digunakan sebagai akses rencana penambangan di Desa Tunggulsari, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Penegasan tersebut disampaikan Agus saat bersilaturahmi dengan warga Tunggulsari, Sabtu (29/8/2026).

Pertemuan dilakukan untuk memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait rencana aktivitas penambangan di wilayah Tunggulsari.

Informasi yang beredar menyebutkan, rencana penambangan di Desa Tunggulsari akan melewati jalan perusahaan PT Ayaka Jaya Prima yang berada di Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong.

Agus menegaskan, PT Ayaka Jaya Prima tidak pernah melakukan komunikasi maupun kerja sama dengan pihak yang dikaitkan dengan rencana penambangan tersebut, termasuk terkait penggunaan jalan perusahaan.

“Secara tegas saya sampaikan, saya menolak dan tidak akan saya ijinkan mereka lewat,” tegas Agus yang akrab dipanggil Agus Pajero.

PT Ayaka Jaya Prima tidak terkait dengan perusahaan yang disebut

Ia juga menegaskan PT Ayaka Jaya Prima tidak memiliki keterkaitan dengan perusahaan yang disebut akan beroperasi di Desa Tunggulsari.

“Perusahaan saya tidak ada sangkut pautnya dengan mereka. Kita punya dapur usaha masing masing,” jelasnya.

Agus menambahkan, kedatangannya bersama pihak perusahaan ke Tunggulsari merupakan bentuk klarifikasi agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Tidak pernah ada komunikasi. Karena itu, kami datang untuk memberikan klarifikasi kepada warga Tunggulsari, bahwa isu Itu tidak benar,” jelasnya.

Klarifikasi menjadi langkah positif

Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Tunggulsari, Nur Bonang Sutejo, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas silaturahmi yang dilakukan pimpinan PT Ayaka Jaya Prima dengan warga setempat.

Menurutnya, klarifikasi tersebut menjadi langkah positif untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman yang dapat mengganggu hubungan sosial.

“Kedatangan mereka menjadikan warga kami tenang dan tidak berfikir yang aneh aneh. Dan harapan kami kedepan warga Tunggulsari harmonis dan tidak ada segala sesuatu yang membuat kehidupan sosial renggang atau tidak harmonis,” ujar Nur Bonang.

Ia berharap hubungan baik antara warga Tunggulsari dan pihak perusahaan dapat terus terjaga. Menurutnya, masing-masing pihak telah memiliki komitmen untuk fokus pada wilayah dan tanggung jawabnya masing-masing.

Bonang menegaskan, warga Tunggulsari akan fokus pada kepentingan desanya dan tidak akan mengganggu aktivitas usaha perusahaan mana pun yang berada di desa lain.

“Dan harapan kami ke depan warga Tunggulsari itu harmonis tidak ada segala sesuatu yang membuat kita itu jadi renggang atau tidak harmonis. Dan kami selaku warga Tunggulsari fokus untuk desa kami dan tidak akan menyenggol usaha dari PT manapun yang ada di desa lain di luar desa kami,” pungkasnya. (#)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses