Ini Penjelasan RSUD Jailolo dan Kadinkes Halbar, Soal Rujukan Pasien Gejala Corona di Ternate.

Maluku Utara210 Dilihat
Gambar video yang beredar

Jailolo, medianasional.id – Adanya pasien yang di rujuk dari Rumah Sakit Umum (RSU) Jailolo ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Bosoery Ternate pada kamis (19/03/2020) memang benar. Akan tetapi pasien atas nama Demianus Yubu yang juga Kepala Bidang (Kabid) Pemukiman Dinas Perumahan dan pemukiman Halbar yang viral di media social merupakan postingan yang tidak benar (hoax). Karena masi dalam pemeriksaan bukan positif Corona.

Pasalnya, saat maraknya di media social Demianus Yubu dalam keadaan istirahat, sehingga pada bangun tidur demianus pun langsung terkejut, dengan adanya berita mengarah pada dirinya hingga merasa dirugikan serta dijauhkan oleh masyarakat yang berada dilingkungan sekitarnya.

Ia bahkan menegaskan, agar isu yang berdar segera diklarifikasi oleh media bersangkutan yang telah beredar di media sosial. Karena secara peribadi dirinya kaget dan hal tersebut telah menjadi perbincangan panas di berbagai golongan masyrakat.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo Halmahera Barat dr.Syafrullah Radjilun menjelaskan, bahwa memang benar adanya pasien yang di rujuk ke Ternate. Sebab pasien tersebut beberapa hari lalu baru pulang dari Jakarta, salah satu daerah di Indonesia yang terjangkit Virus Corona (Covid-19)

“Jadi itu hanya langkah antisipasi kita, karena kita tidak mau ambil resiko, makanya kita rujuk ke rumah sakit yang menjadi rujukan di Maluku Utara,”ujar Direktur RSUD kepada wartawan, Kamis (19/3/2020) malam.

Dia menjelaskan, pasien itu baru saja masuk di RSUD Jailolo Kamis tadi karena dengan gejala penyakit demam, batuk dan diare. Hanya saja panas badannya tadi sedikit menurun dibanding kemarin. Pasien tersebut tiba dari Jakarta tiga hari lalu dan bukan dari luar negeri, seperti yang lagi viral.

“Dari Jakarta masih sehat, nanti tadi masuk rumah sakit, sempat minum obat penurunan panas dan turun, tetapi status pasien tersebut kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jadi blum pasti positif Corona” katanya.

Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Halbar Rosfintje Kalengit mengatakan, Sejauh ini kordinasi dinas kesehatan dengan RSUD Chasan Bosoirie blum ada gambaran apa apa karena ini masih tahap awal, sehingga masi dilakukan pemeriksaan apakah dari gejala tersebut yang bersangkutan tertular virus atau bukan.

“Jadi sementara hasilnya belum diketahui karena harus diambil sampel dulu dan dikirim ke Jakarta dalam hal ini laboratorium yang ditunjuk kementerian kesehatan,”Cetusnya.

Menurut Fintje bahwa sebelum adanya kasus ini, pihaknya dari Dinas kesehatan sendiri sudah melakukan sosialisasi ke beberapa tempat tapi terkait kasus tersebut. Sehingga dari dinas kesehatan bersama dengan puskesmas sudah ada kesiapan, sebagai bentuk upaya antisipasi terhadap keluarganya.

“Kita tentu akan melakukan pengawasan serta pemantauan terhadap keluarga dekat dengan pasien 01 PDP maupun warga setempat,”ucapnya.

Adanya penjemputan yang menggunakan baju pelindung, Rosfintje menjelaskan bahwa memang begitu protapnya, hanya saja masyarakat diminta tidak perlu panik karena yang bersangkutan masih dalam status pengawasan (PDP).

“Itu memang protapnya, tadi dari Halbar tidak begitu, nanti di Ternate baru yang begitu,” ujarnya

Sementara Asisten I Setda Halbar Vence Muluwere mengatakan, Sore tadi baru dapat informasi bahwa ada video yang tersebar namun mungkin itu protap artinya semua orang dalam mengantisipasi. tapi sebaiknya yang mengedarkan video seperti ini harus mengkonfirmasi dulu informasi seperti apa jangan langsung memvonis atau menjustic bahwa orang tersebut terpapar Covid-19. Tegas vence

“Pemerintah berharap agar masyarakat setempat supaya tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar karena ini masih dalam tahap pemeriksaan, kita serahkan ke gugus untuk melaksanakan aktivitas mereka baik dari dinas kesehatan, puskesmas hingga tingkat rumah sakit dan kalau memang itu harus dirujuk maka itu tanggungjawab pemerintah sampai ke rumah sakit Chasan Bosoeri yakni rumah sakit tujuan akhir sebagai rujukan dari rumah sakit penampung di kabupaten/kota,”ucap vence.

Dirinya menambahkan bahwa isu yang beredar sekarang yakni pasien 01 PDP ini hasilnya masih menunggu dari laboratorium di Jakarta kemudian nanti diumumkan secara umum baik itu positif ataupun negatif akan tetap diumumkan, sehingga ketingkat hati-hatian kita lebih dikedepankan. Adapun pusat informasi mungkin besok kita menggunakan malaria center sementara untuk kita buat posko nanti kita akan kumpul disana. (Ann)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses