Jakarta, Medianasional.id – Piotr Jakubowski, seorang influencer lingkungan hidup yang dikenal dengan akun @bule_sampah, bersama dengan Co-Founder Nafas Indonesia, mengungkapkan lima kawasan di Jabodetabek yang memiliki tingkat polusi udara terparah. Berdasarkan data Nafas Indonesia sepanjang Juni 2024, kualitas udara di lima kawasan ini setara dengan menghirup hingga lebih dari 100 batang rokok dalam sebulan.Dari lima kawasan dengan udara terburuk, empat di antaranya terletak di Tangerang. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat Jabodetabek terdiri dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.Berikut adalah lima kawasan dengan tingkat polusi udara tertinggi di Jabodetabek menurut data yang dihimpun oleh Bule Sampah dan Piotr Jakubowski:Sindangjaya, Tangerang
Kawasan Sindangjaya menjadi wilayah dengan polusi udara terburuk di Jabodetabek. Kualitas udaranya dikatakan setara dengan menghirup lebih dari 100 batang rokok dalam sebulan.Babakan, Tangerang Selatan
Polusi udara di Babakan juga berada di tingkat yang sangat mengkhawatirkan, di mana kualitas udaranya setara dengan menghirup sekitar 98 batang rokok per bulan.Karangsari, Tangerang
Kawasan Karangsari menjadi wilayah ketiga dengan kualitas udara terburuk. Polusi di sini dikatakan setara dengan menghirup sekitar 95 batang rokok setiap bulan. “Kualitas udara di Karangsari sangat memprihatinkan,” ungkap Piotr.Pondok Pucung, Tangerang Selatan
Piotr menyebutkan bahwa salah satu penyebab utama buruknya kualitas udara di Pondok Pucung adalah pembakaran sampah secara sembarangan di beberapa komplek perumahan. Udara di kawasan ini setara dengan menghirup 92 batang rokok per bulan.Semanan, Jakarta Barat
Semanan menjadi kawasan terakhir dengan polusi udara terburuk di Jabodetabek. Kawasan ini diketahui sebagai daerah industri yang menyebabkan udara tercemar oleh asap pabrik. Kualitas udara di Semanan setara dengan menghirup sekitar 90 batang rokok setiap bulannya.Menurut Piotr Jakubowski, data ini menggambarkan betapa seriusnya masalah polusi udara di beberapa wilayah Jabodetabek, terutama Tangerang dan Jakarta Barat. Aktivitas pembakaran sampah dan keberadaan industri menjadi salah satu penyebab utama kondisi udara yang memburuk di daerah-daerah tersebut.Piotr dan tim Nafas Indonesia berharap, dengan adanya informasi ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan udara dan mengambil tindakan untuk mengurangi polusi di wilayah masing-masing.






