Harga Telur Anjlok dan Pakan Melambung, Peternak di Lampung Selatan Desak Intervensi Pemerintah

Lampung Selatan9517 Dilihat
LAMPUNG SELATAN, medianasional.id – Sektor peternakan ayam petelur di Kabupaten Lampung Selatan saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang serius. Para peternak mengeluhkan kondisi pasar yang tidak stabil akibat perpaduan antara merosotnya harga jual telur, kenaikan biaya pakan, serta menurunnya daya beli masyarakat.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Senin (04/05/2026), harga telur di tingkat peternak mengalami penurunan signifikan dari Rp28.000 per kilogram menjadi Rp25.000 per kilogram. Kondisi ini diperparah dengan harga pakan yang justru merangkak naik, dari sebelumnya Rp11.000 kini menyentuh angka Rp11.500 per kilogram.
“Kami sangat berharap harga telur bisa kembali stabil dan normal di pasaran. Situasi saat ini sangat sulit bagi kami karena biaya operasional (pakan) naik sementara harga jual justru anjlok dan pembeli sepi,” ujar salah satu peternak saat ditemui tim media di Lampung Selatan.
Ketimpangan antara biaya produksi dan harga jual ini dikhawatirkan akan mengganggu keberlangsungan usaha peternakan lokal jika tidak segera ditangani. Selain berdampak pada kesejahteraan peternak, kondisi ini juga berisiko terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat di wilayah Lampung Selatan.
Merespons situasi tersebut, para peternak mendesak dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk segera turun ke lapangan. Mereka berharap pemerintah dapat melakukan pengecekan jalur distribusi dan mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga di pasar tradisional maupun pasar modern.
Langkah intervensi dari pemerintah sangat dinantikan agar komoditas telur lokal tetap memiliki nilai tambah, berdaya saing, dan mampu memenuhi standar kualitas pasar sehingga ekonomi peternak kembali bergairah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses