Lampung Barat, Medianasional.id – Menjelang panen kopi di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Barat, khususnya sentra kopi seperti di Kecamatan Batu Brak, membuat masyarakatnya meningkatkan keamanan. Khususnya untuk menjaga kebun kopi dan lingkungan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Terlebih saat ini, harga kopi Robusta tengah melejit, yakni di angka Rp 70.000-75.000 per kilogram. Sedangkan greenbean Arabika mencapai Rp 110 ribu per kilogram. Peningkatan harga ini sangat signifikan dibandingkan 2-3 tahun terakhir.
Peratin Pekon Balak Sarnada mengatakan, kendati sampai saat ini belum ada kasus pencurian kopi, namun masyarakat tani kopi tetap meningkatkan kewaspadaan. Patroli dan penjagaan dilakukan di ladang-ladang kopi milik masyarakat terutama di Pekon Balak, seperti diketahui banyak kebun kopi warga berada yang cukup jauh dari pemukiman penduduk.
“Tiap sore, menjelang malam, petani harus bisa menyempatkan waktu kembali lagi ke kebon untuk sekedar melihat dan berkeliling, kalau memungkinkan bergantian dengan tetangga kebon yang lainnya, agar bergiliran menjaga di ladang masing-masing,” Peningkatakan kewaspadaan itu juga, misalnya saya sudah memerintahkan seluruh aparatur pemerintahan pekon agar mengaktifkan kembali ronda malam di wilayah pemangku (dusun) masing-masing itu sebagai antisipasi pada saat penjemuran kopi yang saat ini juga terlihat mulai di depan rumah warga, warga yang tidak dikenal melintas pada malam hari wajib dicegat (untuk ditanyai maksud dan tujuan),” Ujar Ketua APDESI Kabupaten Lampung Barat itu, Sabtu (3/5/2025).
Terkait panen tahun ini, Sarnada menjelaskan bahwa di Pekon Balak jumlah panen diperkirakan naik 30% dibandingkan tahun lalu, peningkatan hasil panen salah satunya, karena didukung cuaca, juga karena pengolahan para petani kini semakin baik sesuai aturan pertanian.
Kopi sendiri merupakan salah satu primadona atau komoditas andalan perkebunan Kabupaten Lampung Barat, bahkan telah terbukti kualitas kopi Lampung Barat di kancah nasional, maupun internasional, karena memiliki ciri khas, serta cita rasa khusus.
Saat ini, luasan perkebunan kopi di Lampung Barat menurut data BPS tahun 2024 adalah 54.096 hektar. Dari jumlah tersebut, dominan adalah kopi Robusta, dengan perkiraan sekitar 90%, sementara Arabika sekitar 10%, data ini mengindikasikan bahwa Lampung Barat merupakan daerah yang memiliki perkebunan kopi terluas di Lampung, dan dominasi jenis Robusta menjadi ciri khasnya.






