Jakarta, medianasional.id – Ketika mendengar artificial intelligence (AI) apa yang anda fikirkan? Robot? ataukah Chat GPT? AI mulai tak asing lagi di telinga masyarakat, karena AI dipakai di berbagai lini bidang mulai dari pendidikan hingga bisnis. Karena dengan kecanggihan AI, tugas maupun pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan menghemat waktu serta sumber daya, sebab Artificial intelligence (AI) adalah software komputer yang dapat digunakan untuk belajar, menganalisis data, membuat beberapa keputusan dan mengatasi masalah seperti halnya manusia. Banyak perusahaan kini memanfaatkan AI Report Generator dalam membuat berbagai laporan.
Salah satu platform yang memanfaatkan teknologi AI dalam penerbitan SR adalah Reporthink.AI. Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan menyusun Laporan Keberlanjutan tanpa harus mempekerjakan ahli keberlanjutan atau penulis bersertifikat. Dengan hanya mengunggah data yang dibutuhkan, perusahaan bisa mendapatkan laporan keberlanjutan yang disusun sesuai dengan standar internasional maupun lokal, termasuk GRI Standard dan SEOJK 16 Tahun 2021.
Proses kerja Reporthink.AI cukup sederhana. Perusahaan hanya perlu memasukkan data-data yang relevan sebagai bahan dasar, kemudian AI akan memproses dan menyusunnya menjadi laporan keberlanjutan yang lengkap. Jika ada data yang belum lengkap atau perlu diperbaiki, sistem akan memberikan notifikasi dan status setiap bagian yang memerlukan perbaikan. Ini memastikan bahwa laporan yang dihasilkan benar-benar akurat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Yang lebih menarik lagi, Reporthink.AI juga menyediakan laporan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Jika perusahaan membutuhkan laporan dalam bahasa lain, mereka bisa menggunakan fitur tambahan yang tersedia di platform ini. Hal ini memudahkan perusahaan yang beroperasi di pasar global untuk memenuhi kebutuhan pelaporan mereka tanpa harus khawatir tentang kendala bahasa.
Menyusun SR pada dasarnya memang tak boleh rumit, karena perusahaan seharusnya tidak direpotkan oleh proses pelaporan. Melainkan pada hal-hal yang lebih strategis seperti kebijakan dan inovasi dalam keberlanjutan. Pembuatan SR juga idealnya tidak membebani keuangan perusahaan. Sehingga perusahaan kecil sekalipun mampu menerbitkan SR yang layak.




