H. Ahmad Ridwan : Sedekah Bumi Perlu Dilestarikan Dan Jelang Tahun Politik Jaga Kondusifitas

Batang3255 Dilihat

Batang, medianasional.id
Melestarikan budaya (nguri-uri budoyo) Dukuh Wonotunggal Desa Wonotunggal Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang menyelenggarakan pagelaran wayang golek. Dengan mengambil cerita Babad Wonotunggal dalang Ki Wahyudin.

Kegiatan merupakan rangkaian merdi bumi ataupun ruat desa kalender Jawa Legenanan berlangsung di halaman Balai Desa Wonotunggal Rabu (25/05/2023) malam.

Ketua panitia sedekah bumi, Subarno berharap kegiatan nguri uri budoyo wayang golek seperti ini dapat membangkitkan rasa cinta terhadap budaya nenek moyang yang luhur kita, sebagai pemersatu bangsa, apalagi ditahun politik seperti ini jangan sampai kita tercerai berai gara -gara beda pilihan.

“Pagelaran wayang golek ini, merupakan upaya untuk melestarikan budaya Indonesia peninggalan para leluhur, dengan adanya kegiatan ini dapat membangkitkan rasa cinta kita semua terhadap budaya nenek moyang sebagai pemersatu bangsa,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, Subarno menjelaskan, pentas wayang golek ini bukan semata hiburan saja. Namun sebagai edukasi karena didalam cerita nsntinya akan memuat unsur-unsur pendidika moral. Tidak hanya itu, cerita babad Wonotunggal bisa menjadi literasi masyarakat yang melihat dan mendengarkan secara langsung pertunjukan wayang.

Kepada hadirin, mari bersama-sama mengikuti dengan seksama pagelaran wayang kulit ini. Dan petiklah pembelajaran serta nilai-nilai positif yang tersirat dari lakon tersebut. Untuk kemudian dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangsn sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batang H. Ahmad Ridwan, SE., MM menyampaikan permintaan maaf atas ketidak hadiran Bapak Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo dalam kegiatan sedekah bumi Desa Wonotunggal pada malam hari ini karena saking padatnya tugas.

Nguri uri budoyo kegiatan sedekah bumi ini patut di apresiasi karena menjaga budaya loka ini sangat penting dan perlu digelorakan agar anak cucu kita nantinya tetap mengenal budaya leluhur kita yakni kesenian wayang golek.

“Tanpa kita semua bersama berupaya melanggengkan budaya seperti ini, mustahil kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, ” ungkap Anggota DPRD Jateng Fraksi PDI Perjuangan.

H. Ahmad Ridwan, SE, MM mengajak kepada masyarakat kecamatan Wonotunggal dan sekitarnya untuk tetap menjaga seni budaya pewayangan. Karena didalamnya berisi pesan-pesan moral tentang integritas, kejujuran, integritas, pengabdian, kesetiaan, keberanian dan kepahlawanan hingga jiwa kepemimpinan serta pesan positif lainya.

Disamping sedekah bumi ini mendo’akan kepada seluruh masyarakat agar kehidupan ekonomi lebih baik, usahanya diberikan kelancaran, diberikan kesehatan dan tentram masyarakatnya.

Camat Wonotunggal, H. Ahmad Puryono menyoroti maraknya permasalahan perlakukan seksual yang menimpa anak – anak usia pendidikan, selaku orang tua harus mengawasi, memantau perkembangan anak dalam menggunakan media sosial dengan baik dan benar.

Diera digitalisasi seperti ini, perkembangan anak sangat terpengaruh oleh kemajuan teknologi, selaku orang tua kita harus menjaga anak – anak kita agar jangan sampai perkembanganya terkontaminasi oleh hal – hal yang merusak pola pikir anak.

Sementara itu, Kapolsek Wonotunggal AKP Teguh Werdiyanto memberikan pesan Kamtibmas kepala masyarakat agar selalu menjaga kerukunan apalagi jelang Pemilu.

Perbedaan pilihan berpolitik jangan sampai menjadi pemicu yang menyebabkan kegaduhan yang akan berbuntut kepada permasalahan hukum.

Ia juga berpesan apabila ada permasalahan dimasyarakat yang bisa memicu kegaduhan segeralah berkoordinasi dengan pihak desa ataupun instansi terkait seperti TNI / POLRI agar bisa dicarikan solusi ketika terjadi gesekan permasalahan.

Kepala Desa Wonotunggal, Kisworo berharap dengan adanya nguri uri budoyo kesenian wayang golek seperti ini masyarakat Desa Wonotunggal bisa hidup damai, guyub rukun membangun desanya, dan ekonomi masyaraktnya bisa membaik agar kehidupanya berkecukupan dan selalu diberikan kesehatan.

“Dengan kehidupan ekonomi masyarakat membaik tentunya akan berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi dan status sosialnya,” ungkap Kepala Desa Wonotunggal saat memberikan sambutanya.

Mari bersama-sama mengikuti dengan seksama pagelaran wayang golek ini. Agar kita semua bisa mengambil hikmah dari lakon babad Wonotunggal dengan mengambil nilai-nilai positif yang tersirat dari lakon tersebut. Untuk kemudian dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses