Semarang, redaksimedinas.com – Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH. MIP merasa bersyukur karena Jawa Tengah meraih AKIP dengan nilai 75.94 peringkat kedua se Indonesia. Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, SH. MIP mengungkapkan, “Hari ini saya berbahagia karena kemarin mendapat pesan WA (whatsapp) dari Pak Sekda. Dr. Ir. Sri Puryono. KS. MP”. Rabu (14/02).
Lanjut Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo, SH. MIP., “ternyata pengelolaan pemerintahan kita makin baik dan nomor dua terbaik se-Indonesia. Pekerjaan yang selama ini kita lakukan, kita reformasi tidak sia-sia. Hampir semua OPD melakukan inovasi, reformasi dan kita memunculkan hasil. Tentu penghargaan itu tidak menjadi suatu kebanggaan yang sifatnya simbolik. Saya meyakini karena itu kerja Bapak/Ibu yang tulus ikhlas dan cerdas serta melayani terus-menerus, memperbaiki kemudahan pelayanan”, tandasnya
“Layanan mudah, murah, cepat yang tentu makin hari integritas semakin membanggakan. Pelayanan di provinsi sekarang nyenengke, sudah tidak ada pungutan liar”, ucapnya.
Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH. MIP menuturkan, “Nanti masih akan banyak sekali orang yang akan memberi masukan adanya bencana. Di Brebes kemarin terjadi (bencana), Kabupaten Tegal terjadi banjir. Respon dari teman-teman BPBD demikian cepat, begitu pula dengan teman – teman di kabupaten/kota. Kultur responsif ini nampaknya sudah mulai menular ke seluruh lapisan masyarakat, ke seluruh tingkatan pemerintahan dan inilah yang menjadi hasil menggembirakan”.
Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH. MIP menyampaikan bahwa, “Dinas Pertanian juga akan mendapatkan laporan banyak sekali terkait dengan panen yang akan mulai kita rasakan. Puncak tertinggi panennya akan terjadi bulan Maret. Sudah bisa kita prediksikan nanti akan ada persoalan serapan gabah, harga gabah, kandungan air dan lain-lain ini yang mesti kita standby terus. Saya bersama teman-teman tim TPID juga mencermati inflasi yang tinggi karena di bulan Januari ini inflasi kita 0,1 lebih tinggi dari nasional. Kayaknya kita memang harus memantau ini dengan baik bagaimana volatile food, khususnya beras, menyumbang inflasi. Maka rastra harus segera digelontorkan. Saya meminta kepada tim TPID agar dibuatkan suatu sistem operasi pasar yang berbeda”, tutupnya. (50N/humas)







