Ambon, medianasional.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Dr. Ir. Erawan Asikin, M.Si, menyampaikan bahwa, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) akan kembali digelar pada tahun 2024, dengan cakupan yang lebih luas melalui inisiatif Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI). Program ini merupakan inisiatif Presiden RI, Joko Widodo, yang bertujuan untuk mempromosikan dan memperluas akses pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memanfaatkan teknologi digital dan platform marketplace.
Pada tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Provinsi Maluku akan menjadi tuan rumah utama dalam kampanye Gernas BBI/BBWI dengan tema “Maluku Mendunia!” Program ini bertujuan, untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui tiga strategi besar: digitalisasi UMKM, hilirisasi industri, dan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Dengan target peningkatan UMKM yang onboarding sebanyak 30 juta unit dan transaksi sebesar Rp 50 miliar per daerah, program ini juga diharapkan, dapat meningkatkan belanja produk dalam negeri oleh pemerintah hingga 95% dan meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan domestik hingga 1,5 miliar.
” Puncak kampanye “Maluku Mendunia!” akan diadakan pada akhir Agustus 2024, mengangkat komoditas unggulan dan potensi wisata Maluku untuk menarik perhatian dunia serta mendukung afirmasi belanja produk dalam negeri,” jelas Dr. Erawan saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Senin (01/07/24) di Ambon.
Dr. Erawan , menyatakan bahwa, melalui program ini, Maluku tidak hanya berpotensi menjadi pusat perhatian nasional, tetapi juga internasional.
” Kami berkomitmen untuk menjadikan Maluku sebagai destinasi utama yang mengangkat keunggulan lokal, baik dari segi produk UMKM maupun sektor pariwisata. Ini adalah kesempatan besar bagi Maluku untuk menunjukkan keunikan dan keindahannya kepada dunia,” ujar Dr. Erawan.
Dr. Erawan juga menambahkan bahwa, Provinsi Maluku merupakan salah satu produsen utama tuna sirip kuning di Indonesia.
” Kondisi geografis yang strategis mendukung aktivitas perikanan tangkap tuna sirip kuning secara besar-besaran, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Potensi sumber daya alam laut yang melimpah juga menjadi faktor utama dalam menjadikan Maluku sebagai Provinsi penghasil ikan tuna sirip kuning terkemuka di Indonesia,” jelasnya.
Sebagai penghasil ikan tuna sirip kuning, pemerintah Provinsi Maluku telah menerapkan praktik pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
” Semua ini berawal dari komitmen terhadap praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan. Pihak swasta perusahaan perikanan, bekerja sama dengan para nelayan untuk memastikan tuna sirip kuning ditangkap secara bertanggung jawab, tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan atau menipisnya stok ikan,” ujar Dr. Erawan.
Penangkapan tuna sirip kuning dilakukan dengan cara tradisional yang telah dilakukan di Indonesia selama beberapa generasi, dan secara luas dipuji sebagai cara menangkap tuna yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
” Begitu tuna sirip kuning ditangkap, ikan tersebut dibawa ke pabrik pemrosesan canggih milik swasta, yang menggunakan teknologi terkini untuk menjaga kesegaran dan kualitas ikan,” tambah Dr. Erawan.
Perusahaan perikanan menerapkan sistem penelusuran untuk melacak setiap ikan hingga ke masing-masing nelayan beserta titik pendaratannya, memastikan bahwa, tidak terjadi penggantian produk dengan produk yang tidak bersertifikat.
” Sebagian besar fasilitas unit pengolahan ikan di Maluku telah bersertifikat, seperti PT Harta Samudera yang telah bersertifikat MSC, sehingga kepastian kualitas dan keamanan produk dapat dipercaya,” kata Dr. Erawan.
Harta Samudera, memproduksi berbagai macam produk tuna sirip kuning segar dan beku termasuk kualitas sashimi, potongan stik, dan loin.
” Komitmen Harta Samudera terhadap kualitas dan keberlanjutan, telah menjadikan mereka sebagai pemasok tuna sirip kuning terpercaya di lebih dari 10 negara, termasuk Amerika Serikat dan Jepang. Maluku sangat bangga ketika produk tuna sirip kuning Harta Samudera, dapat diterima di pasar dunia dengan kualitas tertinggi serta dapat ditelusuri,” jelasnya.
” Tuna sirip kuning Maluku tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan nutrisi penting untuk tubuh. Pemerintah Provinsi Maluku terus berkomitmen untuk melakukan promosi manfaat tuna bagi kesehatan, sekaligus memastikan praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tutup Dr. Erawan.






