
Batang, medianasional.id Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyatakan dengan tegas menyepakati dan setuju untuk menolak keras organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia hidup dan berkembang di negeri ini.
“Dengan senada kami sepakat dan setuju terhadap langkah pemerintah yang telah menolak keras ormas HTI dan mendukung upaya pembubaran ormas itu karena keberadaannya dapat mengancam nilai – nilai kebangsaan dan Budi pekerti sosial kemasyarakatan.
“Keberadaanya HTI tidak membawa dampak positif negeri ini, justru sangat akan sangat berdampak pada perpecahan bangsa Indonesia yang kita cintai. Untuk itu kita harus tegas dan tanggap jangan sampai bangsa ini yang sudah terbangun dan terbina persaudaraan antar anak bangsa, antar lintas agama dan budaya dapat terkikis adanya HTI, oleh karena itu apapun yang akan memecahkan tali persaudaraan dan persatuannya Republik Indonesia harus kita lawan dengan tegas,” ucap Ketua FKUB Kabupaten Batang, Subkhi di Batang, Kamis.(1/11/18)
” Selanjutnya, ketua FKUB juga mendukung langkah hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian secara gamblang dan transparan terhadap pembakaran bendera HTI di Garut – Jawa Barat, jangan sampai masyarakat terprovokasi adanya isu – isu yang tidak benar, agar semuanya dapat diketahui oleh masyarakat secara jelas sehingga tidak ada saling mencurigai. Tuturnya
Maka dari itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa pengecualian agar selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dan kamtibmas agar terwujudnya kondusifitas di wilayah ini, apalagi mengingat tahun ini khususnya menjelang Pemilu 2019 agar dapat berjalan aman, lancar, damai dan sukses,”Imbuhnya
Dalam kesempatan ini, Ketua Front Pembela Islam Kabupaten Batang Aji Puspito mengatakan bahwa pihaknya akan ikut betperan aktif membantu menjaga kondusifitas di Wilayah Kabupaten Batang agar tetap terjaga demi keutuhan NKRI.
“Kami berusaha dengan cara meredamkan aksi dengan tidak ikut mengerahkan anggotanya guna ikut meredam gejolak di masyarakat agar tidak berkesinambungan / berkepanjangan, mengingat tahun ini menjelang pelaksanaan Pemilu 2019,”tuturnya.
Adapun Ketua Majelis Umat Islam (MUI) Kabupaten Batang Zaenul Iroqi meminta agar umat Islam Indonesia terutama warga Kabupaten Batang tetap manjaga ukhuwah islamiyah” dan tidak melakukan aksi yang dapat memperpanjang permasalahan terkait peristiwa di Garut – Jawa Barat.
“Saya menyarankan agar masyarakat tetap sabar dan menyerahkan sepenuhkan pada pihak kepolisian agar permasalahan tersebut cepat terselesaikan. Dengan adanya sejumlah aksi tidak menjadikan masalah cepat selesai melainkan akan memperpanjang masalah,” katanya.
Dijelaskan oleh Kepala Kepolisian Resor Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan masyarakat tidak perlu terpancing dan terpengaruh dengan isu yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
“Nyatanya kondisi keamanan di Kabupaten Batang, kata dia, kini terpelihara dengan kondusif sehingga masyarakat tidak perlu terpancing dengan isu yang menyesatkan sehingga akan menimbulkan keresahan dan kegaduhan.ucapnya
“Untuk itu, kami berharap agar sekiranya masyarakat tidak terpengaruh dengan peristiwa di Garut – Jawa Barat. Sebagaimana disampaikan oleh Tokoh Agama dan ormas juga sehingga akan dapat memberikan arahan yang menenangkan dan menyejukan pada masyarakat,” katanya.
Kontributor : Sukirno
Editor : Puji_Leksono






