Empat Bulan Talud Sungai Erang Ambruk, Warga Ragatunjung Pertanyakan Kinerja PSDA Brebes

Brebes, Jawa Tengah676 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Sudah empat bulan sejak talud penahan tebing Sungai Erang roboh diterjang banjir bandang pada Sabtu (27/11/2025), namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan konkret dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Brebes. Kondisi tersebut memicu pertanyaan dan keresahan warga Desa Ragatunjung, Kecamatan Paguyangan.

Talud sepanjang 19 meter dengan tinggi sekitar 5 meter yang ambrol itu berada tepat di atas lahan pertanian warga di Dukuh Cibangkang. Arus Sungai Erang yang terus mengikis tebing dikhawatirkan dapat memicu longsor susulan, bahkan mengancam konstruksi sayap dinding jembatan yang berada tidak jauh dari lokasi.

Kepala Desa Ragatunjung, Masduki AM, SE, menyampaikan bahwa pihak desa telah beberapa kali menghubungi Dinas PSDA Kabupaten Brebes agar turun langsung melakukan pengecekan dan penanganan. Namun hingga akhir Februari 2026, belum ada langkah nyata yang terealisasi.

“Air sungai terus menggerus tebing. Kalau banjir susulan datang, bukan hanya lahan pertanian yang terdampak, tapi sayap jembatan juga bisa ikut ambruk. Ini menyangkut keselamatan warga,” ujarnya.

Karena khawatir akan risiko yang semakin besar, pemerintah desa bersama masyarakat akhirnya melakukan perbaikan darurat secara swadaya. Perbaikan dilakukan sepanjang kurang lebih 3 meter dengan tinggi sekitar 1,5 meter menggunakan material yang tersedia di sekitar aliran sungai.

“Ini hanya langkah sementara untuk mengurangi risiko. Kami sadar ini bukan solusi permanen. Penanganan menyeluruh tetap menjadi kewenangan dinas terkait,” tambah Masduki.

Hingga Jumat (27/2/2026), tepat empat bulan pascabencana, belum ada pernyataan resmi maupun realisasi perbaikan dari Dinas PSDA Kabupaten Brebes. Warga pun mempertanyakan sejauh mana perhatian dan respons instansi teknis terhadap potensi ancaman kerusakan infrastruktur serta keselamatan masyarakat.

Masyarakat Desa Ragatunjung berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat dan menyusun perbaikan permanen terhadap talud Sungai Erang, sebelum risiko yang dikhawatirkan benar-benar terjadi. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses