Dosen IT Telkom Ciptakan Aplikasi Tangkap Ular

Purwokerto387 Dilihat

Purwokerto, medianasional.id – Novanda Alim Nugraha, S.S.,M.Hum dan Chondro Kartiko, S.Kom.,MTI, dua dosen Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto itu berhasil menciptakan aplikasi Tangkap Ular berbasis Android. Program ini memungkinkan seseorang menjadi pawang reptil hanya berbekal telepon pintar. Aplikasi tangkap ular tersebut telah didemonstrasikan di ruang rapat Rektor IT Telkom Purwokerto, baru-baru ini.

Pengembang aplikasi, Novanda Alim Nugraha mengatakan, aplikasi ini berisi informasi mengenai beragam reptil. Termasuk cara menangkap hewan serta tindakan pertolongan apabila terkena serangan langsung oleh reptil berbisa

“Paling penting aplikasi ini memungkinkan kita bisa melakukan komunikasi langsung dengan rumah sakit terdekat, sampai kita dimanjakan dengan adanya fitur interface dengan ahli atau pawang reptil. Aplikasi ini mampu menjadi sarana edukasi dan sosialisasi dunia reptil yang efektif dan efisien,” jelas Novanda,

Dosen Bahasa Inggris ini mengatakan, meski aplikasi ini berbentuk interface, tapi tidak menutup kemungkinan bisa berguna bagi masyarakat. Mereka dapat mengetahui pengetahuan dan wawasan tentang seluk beluk reptil.

Sementara itu, Chondro Kartiko SKom MTI, mengatakan, aplikasi ini didesain khusus berdasarkan teknologi masa kini. Fitur yang dimiliki android memungkinkan seseorang berkreasi dalam menciptakan beragam platform.

“Ini dibuktikan dengan hadirnya aplikasi tangkap ular yang diciptakan oleh saya dan Novanda. Android sekarang menjadi teknologi yang tak lepas dari keseharian masyarakat, mulai dari anak anak, remaja, dewasa, bahkan lansia juga menggunakan ponsel ini,” ujarnya.

Menurut Chondro, aplikasi ini bisa dijalankan di OS android versi gingerbread sampai pada versi terbaru. Aplikasi ini dapat diunduh melalui fitur yang terdapat pada smartphone. Rektor ITTelkom Purwokerto, Dr Ali Rokhman MSi mengatakan, aplikasi tangkap ular ini harus terus dikembangkan. Serta harus mendapatkan hak kekayaan intelektual untuk menghindari plagiatisme.

“Kami terus mengajak dan mendorong semua dosen IT Telkom Purwokerto untuk menciptakan karya lainnya,” kata Ali Rokhman. (dn/parsito)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses