Lombok Barat, medianasional NTB — Perhelatan olahraga tahunan Merumatta Half Marathon kembali sukses digelar di kawasan pariwisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, ajang sport tourism ini mencatatkan kenaikan signifikan pada partisipasi pelari internasional serta membawa dampak ekonomi positif bagi kawasan sekitar di tengah periode low season.
General Manager (GM) Hotel Merumatta Senggigi, Fahrurrazi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ajang lari tahun ini berlangsung sangat lancar dan tepat waktu. Seluruh kategori—mulai dari 21 km, 10 km, 5 km, hingga kategori anak-anak (Kids Dash 2,5 km)—dimulai sejak pukul 05.30 WITA hingga 06.00 WITA.
“Semua peserta bisa masuk garis finish sebelum cut off time pukul 09.30 WITA. Ini suatu keberhasilan dan kepuasan tersendiri bagi panitia. Yang terpenting, tidak ada kendala berat seperti cedera serius di jalan yang membutuhkan evakuasi,” ujar Fahrurrazi.
Total peserta tahun ini menembus angka lebih dari 1.000 pelari. Meski total jumlah peserta relatif stabil dibandingkan tahun lalu, terdapat lonjakan tajam dari sisi keberagaman asal negara peserta.
Jika tahun sebelumnya diikuti kurang dari 10 negara (sekitar 7 negara), tahun ini keterlibatan pelari internasional melonjak hingga 100 persen menjadi 14–15 negara. Di antaranya berasal dari Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Korea, Belanda, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, Swedia, Bulgaria, hingga Latvia.
“Kami tidak menargetkan jumlah negara secara spesifik, namun lonjakan peserta asing hingga dua kali lipat ini membuktikan bahwa potensi sport tourism di Senggigi berkembang pesat dan makin dikenal di mancanegara,” tambah Fahrurrazi.
Menariknya, pada kategori utama Half Marathon 21 km kelompok wanita, podium juara seluruhnya didominasi oleh pelari asing, salah satunya berasal dari Belanda.
Salah satu daya tarik utama Merumatta Half Marathon adalah rute lari yang menyusuri kawasan pesisir pantai Senggigi dari Merumatta hingga Malimbu. Selain disuguhi pemandangan ombak dan spot foto yang estetik, para pelari juga menikmati suasana rute yang tergolong sejuk.
“Keunggulan berlari di Senggigi adalah suasananya yang teduh. Karena matahari pagi terhalang oleh perbukitan dari timur, suhu udara menjadi lebih aman dan nyaman bagi pelari jika dibandingkan dengan tempat lain,” jelasnya.
Ajang sport tourism ini terbukti menjadi stimulus efektif untuk mendongkrak geliat ekonomi di masa low season. Fahrurrazi mencatat tingkat hunian kamar (okupansi) Hotel Merumatta Senggigi mencapai 95 persen pada hari pertama perhelatan dan bertahan di angka 83 persen hingga hari berikutnya.
Dampak positif ini juga dirasakan secara merata oleh pelaku usaha lokal di kawasan Senggigi dan sekitarnya. Banyak pelari dari luar daerah—seperti Sumbawa dan Bima—yang menginap di hotel-hotel berbintang skala kecil hingga homestay, serta memadati warung-warung makan UMKM setempat.
Ketua Panitia Merumatta Half Marathon, Maya, menyampaikan bahwa persiapan tahun ini dilakukan secara matang (well-prepared) bersama jajaran tim panitia. Dari sisi pelayanan peserta, panitia menghadirkan inovasi teknologi Timing System GELARIN, yang memungkinkan pelari memindai kode barcode pada nomor dada (BIB) untuk langsung melihat catatan waktu lari secara akurat.

Terkait dukungan wilayah, penyelenggara menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan penuh (full support) dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata. Ke depan, penyelenggara berharap koordinasi dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat terus ditingkatkan demi memperkuat ajang sport tourism dan wellness tourism (seperti kegiatan Yoga massal) sebagai agenda tahunan yang paten di NTB.






