Pesan Gubernur NTB di Musorprovlub KONI: Jangan Terpecah Demi PON 2028

Mataram, medianasional NTB – Setelah sempat mengalami deadlock pada musyawarah Agustus lalu dan dipimpin oleh tim caretaker, Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 resmi digelar di Mataram untuk menentukan Ketua Umum KONI NTB Periode 2026–2030.
Pelaksanaan Musorprovlub ini menjadi momentum krusial bagi peta keolahragaan daerah. Pasalnya, deretan agenda besar nasional sudah di depan mata—mulai dari PON Pantai di DKI Jakarta pada November mendatang, hingga persiapan PON Indoor, PON Beladiri, PON Remaja, serta Pra-PON pada 2027 mendatang.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa Musorprovlub kali ini memiliki peran strategis dalam menyongsong NTB dan NTT sebagai co-host (tuan rumah bersama) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028—momen bersejarah pertama bagi kedua provinsi tersebut.

Gubernur menggarisbawahi bahwa target utama NTB dalam perhelatan nasional itu adalah mencapai sukses ganda: sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.
Kita tidak punya waktu lagi untuk menunda-nunda. Kita harus segera fokus pada persiapan PON 2028. Apa yang dilakukan hari ini adalah bagian kecil namun sangat strategis. Siapapun dari dua calon terbaik ini yang terpilih, harus menjadi ketua definitif yang mengawal hingga penyelenggaraan PON 2028,” ujar Lalu Iqbal.

Dalam sambutannya, Gubernur juga mengajak seluruh pengurus cabor untuk meneladani kisah filosofis Putri Mandalika—figur yang sempat diperebutkan namun akhirnya disepakati menjadi milik bersama seluruh masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat NTB telah lama terbiasa hidup berdampingan dalam keberagaman etnis, baik Sasak, Samawa, maupun Mbojo. Kebhinekaan tersebut justru menjadi kekuatan terbesar daerah dalam membangun kebersamaan.
Kalau kita kemarin bisa membuat MotoGP Mandalika sukses, maka PON 2028 harus lebih sukses lagi. PON 2028 adalah showcase dan etalase NTB di bidang olahraga serta bukti bahwa kita adalah pusat sport tourism. Apapun hasilnya hari ini, semua demi nama baik NTB,” pungkas Gubernur.

Bukan hanya itu, Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan komunikasi intensif yang dibangun pengurus daerah dengan KONI Pusat. Apresiasi khusus diberikan kepada Morya Nabi atas koordinasi yang berjalan baik, serta Ketua Caretaker, Pak Joseph, yang sukses mengawal terselenggaranya Musorprovlub ini.


Soedarmo menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas, kekeluargaan, dan jiwa patriot olahraga. Dengan hadirnya dua calon ketua umum yang bertarung, potensi perbedaan pendapat diimbau agar diselesaikan secara dewasa dan bermartabat.

Olahraga adalah pembersatu bangsa, bukan pemecah belah. Berbeda pendapat boleh, tapi jika keputusan sudah ditetapkan oleh pimpinan sidang, semua harus bersatu kembali demi kemajuan olahraga NTB ke depan,” tegas Soedarmo.

Ia menambahkan, apabila ada hal yang tidak dapat diterima oleh salah satu calon, jalur hukum yang sah telah disediakan melalui pengajuan ke Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) secara independen tanpa intervensi.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses